DetikNews
Minggu 22 April 2018, 20:21 WIB

Misteri Pembocor Perintah SBY Larang Roy Suryo Bicara

Danu Damarjati, Ray Jordan - detikNews
Misteri Pembocor Perintah SBY Larang Roy Suryo Bicara Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Roy Suryo (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Perintah Sang Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk Roy Suryo bocor ke mana-mana. Roy melempar duga-duga tanpa nama. Misteri tersisa.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat dari Yogyakarta itu menengarai oknum pembocor surat itu sedang cari muka di internal Partai Demokrat. Selain cari muka di kalangan dalam Partai, orang itu juga mencari panggung di kalangan luar partai.

Dugaan yang disampaikan Roy ini berasal dari keterangan yang didapat dari orang dekat SBY. Entah siapa orang misterius yang membocorkan pesan SBY untuk Roy, dan apa pula tujuan orang misterius itu membocorkan surat SBY untuk Roy.



"Meski sebenarnya (dari beberapa sumber terdekat dari Beliau) disampaikan ada "satu-dua oknum" yang konon berusaha mencari muka secara internal dan panggung secara eksternal, tetapi biarlah itu menjadi urusan kami," kata Roy Suryo lewat keterangan tertulisnya, Minggu (22/4/2018).

Roy lebih memilih memendam identitas orang yang sudah mengungkap surat itu. Kata dia, kesalahan-kesalahan rekan separtai tak perlu diumbar. Kejelekan internal perlu dikubur dalam-dalam, hanya kebaikan internal sajalah yang perlu dijunjung tinggi supaya kelihatan orang luar.

"Saya bukan tipe orang yang suka mencari-cari kesalahan orang lain apalagi kalau itu sebenarnya sahabat sendiri dan mengumbarnya keluar. Dalam falsafah daerah yang selalu saya pegang ini adalah 'mikul dhuwur mendhem jero', saya justru doakan mereka mendapatkan Ridho dari Allah SWT," kata Roy.



Meski tak mau menunjuk hidung pembocor perintah SBY yang cari muka dan cari panggung itu, namun Roy menyebut ada dua elite Partai Demokrat selain dirinya yang mengetahui perintah SBY itu. Lewat keterangan tertulis yang diperbaharui pada Minggu (22/4), dia menjelaskan perintah itu diterimanya via WhatsApp dari ajudan SBY.

"Pesan WA tersebut yang seharusnya hanya terkirim kepada tiga nama dalam tujuan: saya, Sekjen Hinca Pandjaitan, dan Kadivkomlik (Kepala Divisi Komunikasi Publik) Imelda Sari, di mana secara teknis tidak mungkin 'bocor' kepada pihak-pihak lain, kecuali kepada tiga nama yang disebut dan dikirim oleh ajudan Bapak SBY," tutur Roy dalam keterangan tertulis itu.



"Tidak ada komentar," kata Imelda Sari saat dimintai keterangan perihal oknum pembocor pesan SBY sebagaimana yang dibicarakan Roy. Adapun Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan belum menajawab pesan singkat yang dikirimkan detikcom via WhatsApp.

Sumber Roy Suryo mengatakan ada oknum internal yang membocorkan pesan itu sehingga sampai ke tangan Grup WhatsApp awak media massa. Kontan saja, Roy diberondong rentetan pesan dan panggilan telepon dari wartawan yang mencoba meminta klarifikasi soal perintah SBY itu.

Soal perintah itu sendiri, Roy mengaku siap melaksanakannya dan menjauhi larangan yang ada. Roy dilarang SBY untuk berbicara kepada media, soalnya keterangan Roy di media selama ini membingungkan kader berbagai daerah. Roy diperintah SBY untuk fokus ke pekerjaan dia sebagai anggota DPR dan pekerjaan pemenangan Pemilu di DIY.



"Jadi sekali lagi soal Arahan (yang bersifat "ngemong" / pembinaan) dari Pak SBY itu sekali lagi saya malah berterima kasih dan mengapresiasi sebagai sebuah bentuk komunikasi yang baik secara internal dan tidak perlu dipertanyakan "apa masalahnya" karena memang sudah sesuai fatsun partai, namun "oknum pembocor" internal di Partai Demokrat ini yang berbahaya, karena sebuat pesan internal (dari pak SBY) saja bisa "bocor" kemana-mana, bahkan sampai WA Group Wartawan," tutur Roy.

Berikut ini bunyi larangan SBY kepada Roy untuk sementara waktu tidak bicara ke media:

Kepada: Bung Roy Suryo
Dari: SBY
Tembusan: Sekjen PD & Kadiv Komlik

Mengingat banyaknya statement Bung Roy Suryo di media yang tidak sesuai dengan posisi dan kebijakan Partai, untuk sementara Bung Roy Suryo tidak melakukan talk show termasuk ILC dengan TV dan media lain agar tidak menimbulkan kebingungan bagi kader Demokrat. Untuk diketahui, untuk kesekian kalinya para kader Demokrat di berbagai daerah sering menyampaikan hal itu kepada saya. Saya harap bung Roy fokus pada tugas di parlemen dan pemenangan di DIY yang saya nilai berlangsung dengan baik. Terima kasih. Selamat bertugas.

Itulah yang dibocorkan oleh oknum cari muka dan cari panggung yang dimaksud Roy. Siapa sosok misterius yang disebut Roy berbahaya itu?



(dnu/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed