Pilgub Sumut 2018

Cagub Edy Ajak Masyarakat Lindungi Hutan

Suci Rizqi Lestari - detikNews
Minggu, 22 Apr 2018 14:42 WIB
Foto: Dok tim Edy Rahmayadi
Jakarta - Calon Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengajak masyarakat untuk terlibat aktif melindungi hutan secara keseluruhan di peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April setiap tahunnya. Terutama bagian hutan yang menjadi rumah bagi orang utan dan makhluk hidup lainnya, termasuk manusia.

Edy sendiri merasa terenyuh ketika melihat warga Bahorok menyerap kearifan lokan untuk menjaga hutan. Ia mengaku telah lama memperhatikan cara warga menjaga hutan sewaktu bertugas militer. Tidak hanya di kawasan Kodam I/Bukit Barisan, tapi di daerah lain Indonesia yang bersinggungan dengan areal kehutanan.

"Masyarakat sekitar tidak pernah merusak hutan, mereka memanfaatkan hutan hanya untuk memenuhi kebutuhan semata. Tapi pemilik modal besar yang rakus, banyak memanipulasi hutan sehingga hutan kita rusak," beber Edy dalam keterangannya.

"Ini masalah kita bersama. Akibatnya tidak hanya bagi hutan, tapi hewan dan tumbuhan yang ada di dalamnya hingga berdampak pada kehidupan manusia baik yang berada di sekitar hutan maupun secara keseluruhan," sambungnya lagi.

Edy yang mengunjungi kawasan Taman Nasional Gunung Leuser di kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumut, pada Senin (16/4/2018) menginginkan kebijakan pembangunan melihat interaksi masyarakat sekitar dengan hutan. Alasannya, mereka telah hidup berdampingan dengan hutan dan isinya dalam waktu yang cukup lama.

Banjir Bandang, juga kebakaran hutan yang beberapa waktu lalu terjadi di Bukit Lawang, menurut Edy jelas bukan akibat dari kerusakan yang dilakukan warga sekitar. Apalagi karena hewan-hewan yang hidup di dalamnya.

"Itu akibat kerakusan manusia terhadap hutan, manusia tidak lagi menghormati hutan. Kita harus melestarikan hutan bukan malah merampoknya," tegas Edy.

Lanjut Edy, ketika masyarakat biasa akan memanfaatkan hasil hutan, mereka terlebih dahulu mengadakan upacara dan doa untuk menghormati hutan.

Karena wilayah Taman Nasional Gunung Leuser sebagiannya berada di wilayah Sumut, maka Edy mengaku sudah memasukkan program perlindungan hutan dan konservasi habitat hewan terutama yang dilindungi seperti orang utan, beruang madu, siamang, rangkong papan, harimau Sumatera, ajak (anjing hutan), hingga gajah Sumatera.

"Di Tapanuli baru ditemukan spesies baru orang utan yaitu Pongo Tapanuliensis (orang utan Tapanuli), jadi pemerintah provinsi nantinya harus berkonsentrasi untuk itu (program rehabilitasi dan konservasi). Kerusakan hutan bukan hanya berakibat bagi anak cucu kita nanti, tapi kita yang hidup sekarang pun bisa terkena dampaknya," tutup Edy yang merupakan mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ini. (ega/ega)