DetikNews
Minggu 22 April 2018, 09:34 WIB

Sandi soal Isu Tawarkan Prabowo: There is a Time to Shut Your Mouth

Marlinda Okta Erwanti - detikNews
Sandi soal Isu Tawarkan Prabowo: There is a Time to Shut Your Mouth Foto: Sandiaga Uno (Indra-detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno menegaskan enggan memperpanjang persoalan perbedaan pendapat antara dirinya dengan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy). Sandiaga tetap berpegang teguh pada klarifikasi yang sebelumnya ia sampaikan.

"There is a time to speak, there is time to shut your mouth. There is time to quiet. Buat saya, i finish my clarification. Dan menurut saya tidak perlu diperpanjang lagi," ujar Sandiaga, di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (22/4/2018).

Sandiaga menekankan, bahwa ia tidak memiliki mandat untuk menawarkan Prabowo Subianto menjadi cawapres Jokowi Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019. Namun, ia mengaku memang mengutarakan adanya keterbukaan opsi.



"Saya bilang terakhir tapi opsi harus selalu dibuka. Untuk berbicara demi kebaikan negeri. Jadi jangan ngunci-ngunci. Opsi harus selalu dibuka semua" katanya.

Keterbukaan opsi tersebut, tegas Sandiaga, bukanlah opsi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo menjadi cawapres Jokowi. Opsi yang dimaksud Sandiaga adalah opsi untuk meningkatkan ekonomi di Indonesia agar lebih baik ke depannya.

"Saya nggak. Kalau itu di rakornas Gerindra kemarin sudah firm. Sudah clear. Tidak perlu diperdebatkan lagi. Pak Prabowo adalah capres yang memegang mandatoris dari Gerindra. Jadi diskusi itu tertutup sekarang. Karena tongkat komandonya ada di pak Prabowo," tegasnya.

Sandiaga mengaku bahwa ia dan Rommy merupakan sahabat dekat. Oleh karena itu, selalu ada kemungkinan terjalinnya kerjasama untuk memajukan bangsa, khususnya dalam bidang ekonomi.

"Ada kemungkinan kita maju sama-sama ke depan. Dan selalu pasti membangun sama-sama walaupun berbeda kubu. Kita ingin membangun Indonesia yang lebih baik khususnya di bidang ekonomi. Jadi saya senang sekali bahwa kita ada diskursus yang menarik tentang ekonomi. Dan kita ingin membangun bangsa ini agar lebih bersatu lagi lebih baik ke depannya," kas Sandiaga

Dalam kesempatan ini, Sandiaga juga menuturkan Ketua Majelis Pertimbangan PPP Suharso Monoarfa yang ikut hadir pada pertemuannya bersama Rommy mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp kepadanya. Dalam pesan singkatnya, Suharso menyampaikan bahwa di politik selalu ada interpretasi yang berbeda.

"Yah kadang-kadang di politik, kita pebisnis tidak terlalu mengerti, apa yang kita umumkan, kita omongkan kan you mean what you say. Kalau di politik kan selalu ada interpretasi yang berbeda'. Jadi kita hargai sekali," tuturnya.

Seperti diketahui, perbedaan cerita terkait kabar ditawarkannya Prabowo untuk menjadi cawapres Jokowi terjadi antara Rommy dan Sandiaga. Rommy menyebut Sandiaga masih mencari kemungkinan Prabowo menjadi cawapres Joko Widodo.

"Bagaimana akan mengajak bergabung dengan Prabowo, jika Sandiaga sendiri masih menawarkan Prabowo untuk berdampingan menjadi cawapres Jokowi," kata Rommy saat membuka Rapat Pimpinan Wilayah PPP DKI Jakarta, Sabtu (21/4).

Sementara, Sandiaga mengklarifikasi, bahwa apa yang disampaikan Rommy adalah tidak benar. Ia mengaku bertemu Rommy untuk membahas isu-isu nasional, dimana Rommy menyepakati hal tersebut.

"Kita sepakat. Jadi gini, yang sepakat-sepakat dulu deh. Apa? Satu, ekonomi nggak jalan. Kedua, lapangan kerja susah. Harga-harga melonjak. Biaya hidup tinggi. Itu Pak Rommy juga setuju," ucap Sandi di Pulau Bidadari, Jakarta, Sabtu (21/4).

Sandi lalu menyinggung soal arah pemerintah di 2019. Menurut Sandi, Rommy juga menyepakati poin soal 2019 itu.

"Jadi saya bilang kita sebagai yang muda sudah sepakat dan kita harapkan pemerintahan nanti yang baru di 2019 sesuai dengan harapan mayoritas rakyat Indonesia bisa menyelesaikan permasalahan ekonomi. Itu yang kita diskusikan termasuk juga terobosan-terobosan. Dan saya rasa pembicaraan seperti itu yang kita perlukan dalam politik kita yang mempersatukan," bebernya.

[Gambas:Video 20detik]




(fjp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed