DetikNews
Minggu 22 April 2018, 08:41 WIB

Kisah Nahas Diki, Tewas di Tangan Teman Mabuk Gara-gara Knalpot

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kisah Nahas Diki, Tewas di Tangan Teman Mabuk Gara-gara Knalpot Ilustrasi garis polisi/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Diki Paraninda (30) tewas ditangan teman sepermabukannya, Kamsin (39), di Tambora, Jakarta Barat. Pelaku tidak terima karena korban menggerungkan knalpot, atau memainkan gas didepan mobil pelaku.

Polisi mengungkapkan, awalnya pelaku dan korban melakukan pesta miras di Jembatan Gantung, Penjaringan, Jakarta Utara. Kemudian mereka pergi ke, Tambora pada Kamis (9/4/2018). Diki mengendarai motor sendiri berbarengan dengan temannya, Imam yang berboncengan dengan Cungkring.

"Kemudian pelaku menggunakan mobil ditemani seorang teman, dan dua orang lagi mengunakan ojek di belakang," kata Kapolsek Tambora Kompol Iver Manossoh, dalam keterangannya, Minggu (22/4/2018).

Tak diketahui apa yang menyebabkan pelaku dan korban lantas bersitegang.

Saat berada di Jalan Kopi, Tambora, korban bersama kawan yang lain berhenti di depan mobil pelaku. Tak hanya itu, mereka memainkan gas dan menggerungkan knalpot sehingga pelaku kesal.

"Tersangka Kamsin marah dan menabrak sepeda motor yang dikendarai Imam. Setelah itu, pelaku menabrak korban hingga terpental membentur trotoar hingga meninggal dunia," ucap Iver.

Selepas kejadian itu, pelaku langsung melarikan diri ke arah Penjaringan, Jakarta Utara. Mobilnya pun sempat ditinggal di wilayah itu.



Pelaku akhirnya bisa diamankan di Pelabuhan Bakauheuni, Lampung pada Sabtu (22/4) dinihari. Pelaku langsung dibawa ke Polsek Tambora untuk proses pemeriksaan.

"Pelaku dikenai pasal 338 KUHP dengan tetang pembunuhan, dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain. Ancaman hukuman 15 tahun penjara," ucap Iver.
(aik/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed