DetikNews
Sabtu 21 April 2018, 22:23 WIB

Pemprov DKI Sanksi Operator Bus TransJ yang Terguling Depan UKI

Mochamad Zhacky - detikNews
Pemprov DKI Sanksi Operator Bus TransJ yang Terguling Depan UKI Foto: Hestiana/detikcom
Jakarta - Investigasi sementara mengenai bus TransJakarta yang terguling di depan UKI, Jakarta Timur, menyatakan bahwa sopir mengendarai bus di atas batas kecepatan yang disarankan. Merujuk hasil investigasi tersebut Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk men-suspend Bianglala selaku operator bus.

"Karena satu, tidak mengikuti SOP. Kedua, melanggar kecepatan yang ditentukan dan itu (suspend) tentunya sanksi yang harus diberikan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat dimintai konfirmasi di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Sabtu (21/4/2018).


Sandiaga ingin pihak Bianglala mengecek kembali semua armada mereka yang dijadikan bus TransJakarta. Sebab, menurut dia, usia bus-bus yang saat ini digunakan sudah tua.

"Ya, (bus-bus itu) dari tahun-tahun 2004. Itu kita harapkan bisa diselesaikan penggunaannya, karena itu masih berbahaya sekali. Saya sudah sampaikan, (bus) yang lebih dari 10 tahun itu lebih baik diremajakan," terang Sandiaga.


Wagub usungan Partai Gerindra dan PKS itu berharap para mitra TransJakarta memastikan kelayakan bus-bus yang digunakan. Sandiaga juga meminta meningkatkan disiplin para sopir.

"Ini yang kita harapkan, mitra-mitra kita punya disiplin untuk melatih pengemudi-pengemudinya supaya tak ada potensi untuk human error," ujar Sandiaga.

Bus TransJakarta bernomor polisi B 7053 IS terguling di depan UKI, Cawang, Jakarta Timur pada 9 April 2018. Bus tersebut terguling karena sopir tidak bisa mengendalikan kemudi.
(zak/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed