3 Pos Penjagaan Superketat Sambut Undangan SBY di Cikeas
Kamis, 07 Jul 2005 12:39 WIB
Jakarta -
Bagaimana situasi penjagaan jika orang nomor satu di negeri ini mantu? Seperti yang sudah dibayangkan, penjagaan memang sangat ketat. Setidaknya para undangan harus melewati tiga pos pemeriksaan yang superketat. Di masing-masing pos yang dijaga Paspampres dan protokoler istana ini, setiap undangan mengalami pemeriksaan yang berbeda satu sama lain. Pemeriksaan tanda pengenal dan barang yang dibawa tidak dilakukan di satu pos sekaligus. Jika semua pos bisa dilalui dengan lancar, barulah mereka bisa melenggang ke pendopo kediamanan Presiden SBY di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor.Pos pemeriksaan pertama berlokasi di pintu gerbang perumahan tersebut. Jadi begitu tiba di kompleks elit itu, para undangan, baik yang berjalan kaki atau yang menggunakan kendaraan sudah disambut petugas berkemeja batik.Di pos ini, setiap tamu harus menunjukkan undangan atau tanda pengenal khusus yang dikeluarkan panitia pelaksana dan memiliki pengesahan dari Paspampres.Selain undangan khusus, ada juga tanda pengenal berwarna hijau yang harus dikenakan petugas lapangan dan warna biru untuk wartawan. Sedangkan panitia pengaman lapangan menggunakan tanda pengenal berbentuk pin dengan warna merah. Tanda pengenal berupa pin warna hijau juga wajib dipakai orang-orang yang masuk lingkungan istana.Tamu yang tidak memiliki semua tanda pengenal tersebut harus menelan kecewa. Karena mereka langsung ditolak masuk ke kompleks tersebut. Nasib naas itu menimpa sejumlah wartawan infotainment yang tidak memiliki tanda pengenal yang ditetapkan itu. Hingga pukul 11.45 WIB, mereka tampak bergerombol di depan pintu gerbang.Jika sudah lolos pos pemeriksaan pertama ini, mereka harus berjalan ke pos kedua yang letaknya sekitar 300 meter dari pos pertama. Hal ini berlaku tidak hanya bagi wartawan dan undangan umum lainnya, tapi juga para pejabat negara kecuali tamu-tamu VVIP. Untuk tamu-tamu VVIP yang merupakan keluarga dekat kedua mempelai, panitia menyediakan empat mobil golf. Mobil-mobil ini siap membawa mereka ke pos kedua.Di pos pemeriksaan kedua yang letaknya di pintu gerbang kedua kompleks perumahan itu, para tamu harus antre mencocokkan namanya dengan nama mereka yang ada di buku tamu. Jadi mereka tinggal menorehkan paraf saja di buku tamu itu. Karena harus menjejerkan sejumlah buku tamu, maka pos kedua ini terlihat lebih besar dan mewah, lengkap dengan hiasan janurnya. Bagi undangan yang namanya tidak ada di buku tersebut, sekali lagi petugas akan menolak mereka melanjutkan perjalanan ke pos ketiga. Tetapi bagi tamu yang lolos, mereka akan langsung dipersilakan menuju ke pos ketiga yang jaraknya sekitar 100 meter dari pos kedua. Pos ini sekaligus pintu masuk ke areal pendopo. Di pos ini, setiap tamu diperiksa lagi dengan metal detector. Sedangkan tas dan barang bawaannya diperiksa dengan sinar X-Ray. Selain dihiasi lengkungan janur indah, pos ini juga dihiasi ornamen-ornamen khas pernikahan seperti setandan pisang, rangkaian kelapa muda dan daun-daun yang mengandung makna khusus.Di areal pendopo, tamu undangan disambut tenda yang sangat besar. Tenda ini menaungi seluruh areal pendopo yang luasnya mencapai 3.000 meter persegi. Tenda berwarna putih itu dilapisi dinding plastik untuk mengantisipasi kemungkinan turunnya hujan. Tenda utama ini tersambung dengan sebuah tenda yang ukurannya lebih kecil. Tenda ini didirikan di seberang rumah SBY, tepatnya di halaman kediaman Laksamana Suratto, salah satu pimpinan Partai Demokrat.Kediaman pribadi SBY di perumahan itu terdiri dari tiga kavling, yakni rumah induk, pendopo, dan sebuah tanah kosong. Menjelang prosesi pernikahan putra pertamanya Lettu (Inf) Agus Harimurti dan Anissa Pohan, putri kedua mantan Deputi Gubernur BI Aulia Pohan, rumah induk di kediaman SBY terlihat semarak dengan dekorasi khas pengantin.Yang paling mencolok adalah diletakkannya sebuah tangga untuk memasuki rumah utama yang letaknya memang agak tinggi. Tangga tersebut tampaknya disiapkan khusus untuk acara mantenan ini. Sebab sebelumnya tidak pernah terlihat.Tangga berlapis karpet biru itu dibangun khusus untuk menyambut keluarga mempelai wanita yang akan datang membawa air siraman. Tangga ini berujung pada sebuah gerbang kecil yang dihiasi lengkungan janur.Rencananya pukul 14.00 WIB, Kamis (7/7/2005), mempelai laki-laki akan menjalani prosesi siraman. Namun sebelum acara itu dilaksanakan, sekitar pukul 13.00 WIB, SBY akan memasang bleketepe, anyaman daun kelapa berbentuk bujur sangkar yang berfungsi sebagai tolak bala agar prosesi berjalan lancar.Pukul 11.00 WIB, di kediaman Anissa, Jl. Senopati Nomor 8, Jakarta, tengah berlangsung acara siraman. Air sisa siraman Anissa itulah yang akan dipakai untuk acara siraman Agus.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































