Nelayan Pantura Libur Melaut

Solar Langka

Nelayan Pantura Libur Melaut

- detikNews
Kamis, 07 Jul 2005 11:57 WIB
Lamongan - Nelayan juga jadi korban krisis BBM. Nelayan di kawasan pantai utara (pantura), khususunya Lamongan, Jawa Timur, kesulitan memperoleh bahan bakar solar. Akibatnya mereka tidak bisa melaut. Kondisi ini sudah berlangsung hampir sepekan iniAkibatnya, perahu-perahu motor yang biasanya dipakai melaut mencari ikan banyak terlihat sandar di sekitar pantai sekitar Paciran dan Brondong. Bahkan kabarnya di perbatasan Gresik-Lamongan solar juga langka kelangkaan.Maryoto, nelayan asal Paciran, saat ini dirinya hanya bisa pasrah menunggu perkembangan saja. Hampir sepekan, dia dan tetangganya yang sebagian besar nelayan ini berhenti melaut. "Kerugian kita sangat besar. Puluhan juta. Biasanya kita mampu menjual ikan dengan jumlah banyak tapi sekarang tidak bisa," ungkapnya. Lumpuhnya aktivitas nelayan di pantura juga berimbas kepada stok penjualan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong. Jumlah ikan yang diperdagangkan menyusut. "Kita juga ikut rugi, permintaan banyak tapi, ikannya berkurang. Kalau begini terus bisa bangkrut," keluh Sumiati, warga Tuban yang menjadi pedagang ikan di TPI Brondong.Ketua Nelayan Lamongan, Anas Wijaya menyatakan, anggotanya saat ini resah luar biasa karena kesulitan memperoleh bahan bakar. "Nelayan sudah berusaha menyisir hampir semua SPBU, tapi jawabannya tetap sama. Kosong," curhatnya kepada wartawan, Kamis (7/7/2005).Padahal kata Anas, kebutuhan solar untuk keperluan nelayan jumlahnya cukup besar. "Sekali kita berlayar, satu perahu membutuhkan hingga 150-200 liter," ungkapnya.Ia pun berharap agar pemerintah memperhatikan kelangkaan BBM yang terjadi hampir menyeluruh di daerah-daerah. Karena jika tidak, tambah Anas, nelayan akan merugi. (nrl/)


Berita Terkait