Penetapan Ketum Muhammadiyah Alot, Rapat Diskors

Penetapan Ketum Muhammadiyah Alot, Rapat Diskors

- detikNews
Kamis, 07 Jul 2005 11:27 WIB
Malang - Musyawarah formatur untuk menentukan ketua umum PP Muhammadiyah 2005-2010 berjalan alot. Mereka tidak bisa menentukan ketua umum dalam waktu 1 jam. Musyawarah pun diskors. Formatur yang akan menentukan ketua umum ini beranggotakan 13 orang. Mereka adalah kader-kader Muhammadiyah yang terpilih dalam pemilihan 13 anggota PP Muhammadiyah, Selasa, 5 Juli lalu. Mereka adalah Din Syamsuddin, Haedar Nashir, Muhammad Muqoddas, A. Malik Fadjar, Yunahar Ilyas, Rosyad Sholeh, Dahlan Rais, Goodwill Zubair, Zamroni, Muklas Abror, Bambang Sudibyo, Fasichul Lisan, dan Sudibyo Markus. Musyawarah digelar di lantai 2 Ruang Rektorat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jl. Tlogo Mas, Malang, Kamis (7/7/2005). Gedung ini sekitar 500 meter dari Dome UMM, tempat berlangsungnya sidang pleno muktamar. Sesuai permintaan sidang pleno, formatur diberi waktu 1 jam untuk menentukan ketua umum, dari pukul 09.00 hingga pukul 10.00 WIB. Namun, hingga pukul 11.00 WIB, molor 1 jam dari yang ditentukan, formatur belum bisa memilih ketua umum. Bahkan, sejak pukul 10.15 WIB, musyawarah diskors. Info yang beredar, rapat diskors karena formatur masih tarik menarik untuk menggolkan kubunya. Satu kubu mendukung Din Syamsuddin sebagai peraih suara terbanyak, kubu lain mendukung Haedar Nashir untuk menjadi orang nomor satu di PP Muhammadiyah. Setelah diskors, kubu Haedar tampak keluar ruangan. Mereka terdiri dari lima orang, yaitu Haedar Nashir, Malik Fadjar, Yunahar Ilyas, Sudibyo Markus, dan Muhammad Muqoddas. Mereka disebut-sebut kelompok Yogyakarta. Tidak ada kata-kata yang mereka keluarkan saat meninggalkan ruang sidang. Mereka lantas bergegas menuju lantai 1 gedung Rektorat. Mereka tampak menggelar rapat tersendiri. Hingga pukul 11.00 WIB, kelima orang itu belum juga naik ke lantai dua. Musyawarah pun belum bisa dibuka kembali. Sementara itu, di saat musyawarah diskors, Din Syamsuddin juga tampak keluar ruangan, namun tetap masih berada di lantai 2 untuk sekadar istirahat. Din melambaikan tangan kepada wartawan. Tidak lama kemudian dia ditemui Dahlan Rais (adik kandung Amien Rais). Setelah berjabat tangan, keduanya berbicara agak serius. Setelah itu, mereka masuk kembali ke dalam ruang musyawarah. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads