BBM Masih Langka, Masyarakat Semarang Panik
Kamis, 07 Jul 2005 11:24 WIB
Semarang - Antrean BBM masih terjadi di Semarang. Sejumlah SPBU tutup. Bensin eceran pun diserbu. Harganya mencapai Rp 4.000 per liter.Berdasarkan pantauan detikcom, antrean terjadi di SPBU di Jalan Pandanaran. Antrean meluber ke ruas jalan dan panjangnya mencapai 100 meter. Kondisi serupa terjadi di SPBU Sriwijaya. Pembeli harus sabar mengantre berjam-jam untuk mendapatkan seliter premium.Sejumlah SPBU tampak tutup seperti SPBU Gayamsaru, SPBU di Jalan Majapahit dan SPBU di Jalan Ahmad Yani. "Stok BBM Habis", tulisan ini kerap mengundang kecewa masyarakat yang terlanjur menuju SBPU tersebut. Guna menghindari antrean panjang, pedagang bensin eceran juga ketiban rezeki. Harga yang ditawarkan relatif lebih mahal, berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per liter. Harga normal premium Rp 2.400/liter.Normal 3 Hari LagiPLH Humas Pertamina IV Cabang DIY Hepi Wulansari menilai, antrean BBM akibat masyarakat dilanda demam panic buying."Masyarakat tahunya BBM langka sehingga berbondong-bondong ke SPBU. Padahal stok kami mencukupi untuk kebutuhan Jateng dan sebagainya," kata Hepi kepada detikcom per telepon, Kamis (7/7/2005).Tanker BBM pun dikerahkan sejak Senin, 4 Juli. "Kami membongkar dan mendistribusikan ke Depo Pengapon, Semarang sebanyak 1.900 kiloliter per hari. Ini sudah di atas rata-rata. Biasanya hanya mengirim 1.600 kiloliter," urainya.Menurut dia, pasokan BBM akan normal kira-kira dalam dua sampai tiga hari mendatang. "Kami terus memantau SPBU yang kurang pasokan dan memantau mekanisme ke penyaluran SPBU," tutur dia.Di Depo Pengapon hanya ada 20 tanki yang mengantre. Pasokan BBM di Jateng kini akan dipusatkan ke Pengapon. Beberapa hari sebelumnya, Pertamina Jateng meminta bantuan dari Depo Rewulu, Yogyakarta, untuk memasok BBM.
(aan/)











































