DetikNews
Jumat 20 April 2018, 21:34 WIB

Fakta-fakta Heli Jatuh di Morowali

Idham Kholid - detikNews
Fakta-fakta Heli Jatuh di Morowali Foto: Heli yang jatuh di Morowali. (Dok Sutopo Purwo Nugroho/BNPB)
FOKUS BERITA: Heli Jatuh di Morowali
Jakarta - Helikopter yang ditumpangi WN China jatuh di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP) jatuh di Morowali, Sulawesi Tengah. Berikut fakta-fakta seputar heli jatuh itu.

Helikopter itu awalnya lepas landas dari helipad PT IMIP menuju Kendari pada Jumat (20/4/2018) pukul 09.15 WITA. Dua menit kemudian helikopter berbalik arah.


Sebelum tiba kembali di helipad, helikopter yang diterbangkan pilot bernama Rudi (42) itu jatuh dan menimpa karyawan bernama Aris Heni Irawan (23). Aris tewas karena tertimpa baling-baling helikopter.

"Saat helikopter akan melakukan pendaratan di landasan helipad PT IMIP tiba-tiba terjadi gangguan mesin sehingga helikopter jatuh," kata Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono dalam keterangannya.

Koordinator Media Relation PT IMIP Dedy Kurniawan menjelaskan heli itu bukanlah milik PT IMIP. Mereka mencarternya dari Whitesky Aviation di Jakarta.

"PT IMIP mencarternya dari Whitesky Aviation Jakarta. Kami mencarternya untuk kebutuhan operasional. Selama ini baik-baik saja, alhamdulillah. Cuma nggak tahu kenapa tadi terjadi musibah," jelas Dedy saat dihubungi detikcom.

Dedy menjelaskan pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab heli itu jatuh. Mereka masih menunggu investigasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Mengenai penyebab jatuhnya, kami masih menunggu hasil investigasi dari tim KNKT dan Departemen Perhubungan. Kami belum berani menyimpulkan sebelum ada hasil investigasi dari mereka," jelasnya.


Ada enam penumpang yang merupakan warga negara China di heli itu. Tiga di antaranya yaitu Xi Laiwang (56), Yang Xun (32), dan Du Yifei (28) mengalami luka ringan. Sementara tiga orang lainnya yaitu Guan Kejiang, Zhao Yipu, dan Du Gui tidak terluka.

"Mereka datang ke sini untuk membuat video documenter, semacam company profile perusahaan-perusahaan Tiongkok yang ada di sini. Setelah tiga hari mereka ambil gambar dan foto di sini, Tadi pagi itu rencananya mau balik via bandara Kendari, Makasar, Jakarta terus lanjut ke Tiongkok," jelasnya.

Dia menambahkan kedatangan keenam kru rumah produksi dari China ini atas permintaan investor dari China, bukan PT IMIP.

"Dari pihak Tiongkok. Dari Tsingshan Group. Kami PT IMIP hanya fasilitator. Kan kebetulan yang beroperasi di dalam kawasan kami ini kan para investor-investor Tiongkok. Begitu," jelasnya.


Dedy menjelaskan PT IMIP adalah perusahaan patungan antara Tsingshan Group Tiongkok dan Bintang Delapan Group Indonesia. Dia membenarkan ribuan WN China yang bekerja di kawasan PT IMIP, tapi persentasenya tidak lebih banyak daripada WN Indonesia.

"Untuk karyawan Tiongkok berkisar antara 2.500 hingga 3.000 orang. Sementara Indonesia, itu data terakhir sampai 2 hari lalu, jumlahnya mencapai 21.662 orang," ujarnya.


(idh/rvk)
FOKUS BERITA: Heli Jatuh di Morowali
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed