DetikNews
Jumat 20 April 2018, 20:32 WIB

Ketua KPK Soal Century: Mungkin Saja Langsung Ada Tersangka

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Ketua KPK Soal Century: Mungkin Saja Langsung Ada Tersangka Ketua KPK Agus Rahardjo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - KPK sudah menyelesaikan kajian terhadap kasus bailout Bank Century dari putusan Budi Mulya. Pekan depan, kelima pimpinan KPK akan berkumpul untuk menentukan tindak lanjut perkara tersebut.

"Ini yang kita tegaskan memang sudah selesai melakukan kajian. Dan kemarin setelah putusan praperadilan itu, kita tugaskan penyidik dan jaksa penuntut umum mendalami, memetakan siapa-siapa saja dan perannya apa. Juga kita yang pasti melihat amar putusan dari kasus yang sebelumnya," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (20/4/2018).



"Kemudian sebetulnya masukan dari mereka sudah siap, tapi saya belum baca. Karena masukan mereka akan dipaparkan di depan pimpinan. Nah, di depan pimpinan ini kita masih nunggu. Minggu depan pimpinan kumpul," imbuhnya.

Agus memohon untuk bersabar terkait kelanjutan kasus ini. Menurutnya, lembaga yang dipimpinnya itulah yang pasti telah berjanji tidak akan berkhianat terhadap komitmen untuk memproses suatu kasus. Asalkan alat buktinya kuat, pasti akan ditindaklanjuti.

Dia pun menuturkan terbuka kemungkinan ada penyelidikan baru. Bahkan Agus tak tanggung-tanggung menyebut bisa saja langsung ada tersangka baru.

"Jadi mohon bersabar sebentar. Bahwa kemungkinan dibuka penyelidikan yang baru mungkin, kemudian bahkan mungkin ada juga yang dari fakta yang sudah ada langsung ada yang ditersangkakan itu sangat mungkin. Itu kita akan bicarakan minggu depan kalau pimpinan sudah lengkap kumpul berlima," tuturnya.



Skandal bailout Bank Century ini mulai kembali menyeruak setelah KPK didesak PN Jakarta Selatan menersangkakan sejumlah nama berdasarkan putusan praperadilan yang diajukan Koordinator MAKI Boyamin Saiman. Putusan itu didasari vonis terpidana Budi Mulya pada 2014. Di dalamnya ada 10 nama yang disebut terlibat, termasuk mantan Gubernur BI Boediono.


(nif/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed