DetikNews
Jumat 20 April 2018, 20:21 WIB

Manuver Amien Rais: Jagokan Prabowo, Remehkan Gatot

Parastiti Kharisma Putri, Elza Astari Rd - detikNews
Manuver Amien Rais: Jagokan Prabowo, Remehkan Gatot Foto: Amien Rais dukung Prabowo, remehkan Gatot. (Ari Saputra/detikcom).
Jakarta - Meski partainya belum mengambil sikap resmi, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais sudah memastikan tak akan mengusung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Amien juga terkesan meremehkan pendatang baru, Gatot Nurmantyo dan tetap memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto.

"Saya bisa menjamin, tidak mungkin PAN dukung Pak Jokowi-lah," ungkap Amien di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Amien diketahui memang selalu kontra dengan Jokowi dan kerap memberikan 'serangan' lewat beberapa kritikan. Di Pilpres 2014, dia bersama PAN juga mengusung Prabowo. Tampaknya, dukungan itu belum berubah.


Eks Ketua MPR itu juga meyakini 'pertandingan' antara Jokowi dengan Prabowo akan kembali terjadi di Pilpres 2019. Amien pun yakin Prabowo bisa mengalahkan Jokowi kali ini.

"Jadi, soal cawapres ini, menurut saya Pak Prabowo itu pasti maju. Berarti saya yakin akan ada rematch ya," ucapnya.

Amien juga yakin poros ketiga yang sempat ramai dibicarakan tidak akan terwujud. Dia pun memperkirakan koalisi Prabowo akan mendapat jumlah suara lebih banyak daripada koalisi Jokowi.

Manuver Amien Rais: Jagokan Prabowo, Remehkan GatotFoto: Amien yakin Pilpres 2019 mengulang rematch Jokowi dan Prabowo. (Dok. Istimewa).

"Menurut saya, Prabowo ini masih punya (hasil Pilpres 2014) sekitar 46 persen. Sesungguhnya Pak Prabowo ini timnya tinggal menambah lagi katakanlah 8 persen, kan sudah 52 persen. Jadi insyaallah menang," tutur Amien.

"Jadi saya kira head to head. Tidak akan pernah ada poros ketiga. No way! Poros ketiga itu hanya untuk membuat ramai saja, pasti head to head. Menurut saya, akhirnya Pak Jokowi menghadapi Pak Prabowo rematch," imbuhnya.

Bersamaan dengan diragukannnya poros ketiga, Amien juga tidak memperhitungkan nama-nama pendatang baru di bursa Pilpres. Wacana poros baru muncul untuk mengeluarkan capres alternatif selain Jokowi dan Prabowo.


Amien lebih meyakini Pilpres 2019 akan mengulang Pilpres 2014 dengan calon Jokowi dan Prabowo. Dia tak yakin eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, yang ramai disebut sebagai kandidat capres alternatif, bisa maju Pilpres 2019.

Bahkan Amien juga meragukan nama dari elite-elite PKS, seperti Ahmad Heryawan (Aher) dan Hidayat Nur Wahid (HNW), yang disebut menjadi kandidat cawapres Ketum Gerindra Prabowo Subianto. PAN sendiri diketahui sebagai sekutu Gerindra dan PKS.

"Memang ada Pak Gatot, TGB, ada Aher, ada HNW, dan lain-lain, itu yang pencapresan ya. Tapi yang masuk akal memang Pak Jokowi. Sekarang ini memang yang dekat ke Pak Jokowi (pesaing) masih Mas Prabowo," tutur Amien.

Manuver Amien Rais: Jagokan Prabowo, Remehkan GatotFoto: Amien tak memperhitunkan TGB-Gatot Nurmantyo

Walau Amien tak mendukung Jokowi, dia juga memberi saran. Ini adalah soal cawapres yang harus dipilih untuk Pilpres 2019. Saran diberikan pula oleh Amien kepada Prabowo.

Amien menyebut sosok cawapres juga dapat mempengaruhi kemenangan pada pertarungan tersebut. Untuk itu, dia menyarankan Prabowo dan Jokowi dapat memilih cawapres yang mampu membuat 'booming'.

"Jadi menurut saya yang penting sekarang ini masing-masing memang harus jeli melihat siapa wapresnya nanti. Kalau bisa chemistry-nya itu pas, bisa booming ya istilahnya. Kalau ternyata wapresnya tidak diterima (oleh masyarakat), itu bisa gembos itu," kata Amien.


Sementara itu, Rakernas PAN mengamanatkan agar sang ketum, Zulkifli Hasan, dipilih sebagai capres dari partai. Nama Zulkifli juga disebut-sebut telah disetorkan PAN agar bisa menjadi cawapres bagi Prabowo. Hanya saja hingga saat ini Gerindra belum memberi jawaban, sebab masih harus mempertimbangkan PKS, sekutunya yang lain.

"Apa dia (Zulkifli) bisa meledak di (kalangan) zaman now? Wallahualam, saya belum tahu ya," sebut dia.

Hanya saja, Amien masih berharap agar perwakilan dari partainya bisa kembali maju di Pilpres. Saat Pilpres 2014, Hatta Rajasa yang saat itu menjadi Ketum PAN, menjadi cawapres bagi Prabowo. Namun keduanya dikalahkan oleh Jokowi-Jusuf Kalla (JK).

"Tapi petanya saya sudah kuasain. Petanya itu, memang PKS ingin menjadi wakilnya Prabowo. Nah sepertinya PAN mengatakan 'Mas, PKS kan cuma 40 kursi, PAN 48, jadi mungkin lebih berat kami'. Tetapi PAN juga tidak ingin menang-menangan lah," beber Amien.
(elz/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed