DetikNews
Jumat 20 April 2018, 04:32 WIB

Kisah Pilu TKW Aini yang Tak Jumpa Keluarga Sejak 20 Tahun

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kisah Pilu TKW Aini yang Tak Jumpa Keluarga Sejak 20 Tahun TKW Nur Aini menelpon keluarganya (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Tangis TKW Nur Aini (55) pecah saat melihat wajah keluarganya lewat sambungan video call dari kantor KBRI Riyadh, Arab Saudi. Nenek Aini tak kuasa untuk menahan rasa sedihnya sebab sudah 20 tahun lebih tak berjumpa bersama keluarganya.

Momen mengharukan saat Nenek Aini berbicara dengan kedua anaknya yakni Ahyadi dan Yanti terjadi pada Selasa (14/3) lalu. Aini juga sempat mengaku lupa dengan wajah anaknya itu karena saking lamanya tak bertemu.

Aini menginjakkan kaki pertama kali di Arab Saudi pada 1993. Dia bekerja selama 4 tahun di Arab Saudi lantas kembali ke Indonesia pada 1997.

"Tidak lama di tanah air, Nenek Aini kembali memulai mengais rezeki di Arab Saudi," tulis keterangan tertulis dari KBRI Riyadh, Kamis (19/4/2018).


Terhimpit kebutuhan ekonomi, Aini memutuskan untuk kembali bekerja di Arab Saudi. Namun, nasibnya tak sebaik seperti perantauannya yang pertama. Kali ini, Aini mengaku gajinya tak pernah dibayar selama 20 tahun bekerja.

"Selama bekerja di majikannya, Nenek Aini mengaku tidak pernah mendapatkan perlakuan kekerasan. Hanya saja, gajinya tak pernah naik," paparnya.

Tak hanya itu, komunikasi Aini dengan pihak keluarga yang berada di Indonesia terputus sejak September 1997. Dia bahkan tak tahu sama sekali bahwa anak-anaknya telah menikah dan memberinya cucu.

Selain itu, Aini juga sempat ingin memperbaharui paspornya pada 2001. Namun keinginananya itu terpakasa dibatalkan karena tak mempunyai uang yang cukup.

Pernah suatu saat, Aini bertemu dengan seorang WNI yang juga bekerja di Arab Saudi. Kepada WNI yang bekerja sebagai pengemudi itu, Aini mengeluh soal masalah kerjaan yang dihadapi. WNI itu menyarankan Aini untuk kabur namun dia menolaknya sebab masih percaya pada majikannya.


Sampai akhirnya, majikan Aini membawanya ke KBRI Riyadh untuk memperbaharui paspor pada Rabu (7/3) lalu. Dalam kesempatan itu, Aini mengadu kepada petugas KBRI bahwa gajinya sejak 1998 tak dibayar oleh majikannya. Pihak KBRI kemudian menginvestigasi kasus itu.

"Kepada majikan, KBRI Riyadh meminta agar seluruh sisa gaji Nenek Aini segera dibayarkan serta meminta untuk tidak mempekerjakan Nenek Aini lagi dan agar segera memulangkannya ke Indonesia," tulis KBRI Riyadh.

Setelah diminta oleh pihak KBRI, majikan Aini akhirnya memberikan gaji yang selama ini tak dibayarkan. Sementara ini, Aini ditempatkan di griya singgah KBRI Riyadh selagi menunggu perjalanan pulang.

"Demi keamanan, nenek Aini menitipkan sebagian besar gajinya di rekening bank KBRI Riyadh dan hanya membawa sekedarnya di tangan untuk keperluan pribadi saat menunggu proses pemulangan dan bekal perjalanan kepulangan nanti," ucapnya.

Saat berbincang dengan nenek Aini, salah satu keluarga sempat mengutarakan keinginannya untuk menggantikan Aini bekerja di Arab Saudi. Namun, pihak KBRI mengimbau agar tak ada lagi keluarga atau tetangga nenek Aini yang teriming-imingi calo untuk bekerja di luar negeri.

"KBRI menyarankan agar tidak ada lagi keluarga Nenek Aini dan tetangga-tetangganya di Serang yang tertarik iming-iming agen atau calo yang menjanjikan pekerjaan mudah dengan gaji besar di Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah lainnya karena saat ini Pemerintah Indonesia telah melakukan pemberhentian atau moratorium pengiriman tenaga kerja unskill ke negara-negara Timur Tengah," imbau KBRI Riyadh.
(knv/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed