DetikNews
Kamis 19 April 2018, 20:31 WIB

Sandi-Prabowo Bahas Cawapres dari PKS, tapi Belum Ada yang Dipilih

Audrey Santoso - detikNews
Sandi-Prabowo Bahas Cawapres dari PKS, tapi Belum Ada yang Dipilih Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno (Muhammad Fida/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno mengaku sempat membicarakan peluang cawapres dari PKS saat bertemu dengan Prabowo Subianto. Tapi pembicaraan cawapres belum mengerucut pada nama-nama tertentu.

"Kita bicara juga masalah nama (calon wakil presiden usungan PKS), tapi masih cair dan belum mengerucut," kata Sandiaga setelah bertemu dengan Prabowo, Jl Kertanegara Nomor IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (19/4/2018).

Jawaban ini disampaikan Sandiaga saat ditanya wartawan soal ada-tidaknya pembahasan mengenai sembilan nama dari PKS yang kemudian disodorkan sebagai cawapres.

PKS memang sudah menyiapkan kadernya sebagai capres. Mereka adalah Gubernur Jawa Barat dari PKS Ahmad Heryawan (Aher), Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta.

Kemudian Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzzammil Yusuf, dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Terakhir, nama Aher disebut sebagai calon terkuat dari PKS. Menanggapi hal itu, Sandiaga mengatakan Gerindra menghormati penilaian mitra koalisinya.

"Belum mengerucut (pembahasan nama cawapres dari PKS), tapi kita hormati mitra koalisi kita di PKS. Kader-kader terbaik. Kami sendiri akan terus menangkap keinginan masyarakat dan mitra koalisi," tutur Sandiaga.

Sebelumnya, PKS mempersilakan Gerindra mempertimbangkan Aher sebagai cawapres bagi Prabowo Subianto. Namun nantinya hal itu harus dibahas dengan Majelis Syuro PKS sebelum diputuskan secara resmi.

"Kita persilakan teman-teman Gerindra untuk pertimbangkan dan kaji dengan survei mereka. Kalau menurut teman-teman Gerindra, dari PKS memang Kang Aher yang paling besar dukungan publiknya untuk kemenangan pilpres, maka kemudian kita bicarakan lebih lanjut dengan Majelis Syuro PKS untuk diputuskan secara resmi oleh Majelis Syuro PKS dari sembilan nama menjadi satu nama," kata Ketua DPP PKS Al Muzzammil Yusuf terpisah.




(aud/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed