Pemilihan Ketum Muhammadiyah, 13 Formatur Independen

Pemilihan Ketum Muhammadiyah, 13 Formatur Independen

- detikNews
Kamis, 07 Jul 2005 01:10 WIB
Malang - 13 orang formatur Pengurus Pusat Muhammadiyah yang dipilih muktamirin, Selasa (05/07/2005) kemarin, dalam menentukan seorang ketua umum tidak dapat dipengaruhi oleh siapapun baik itu PWM, Ortom, maupun tokoh Muhammadiyah sekalipun.Hal tersebut disampaikan Haedar Nashir saat ditemui wartawan di Hotel University Inn UMM Jalan Raya Tlogomas Malang, Rabu (6/7/2005).Haedar Nashir yang saat ini masih tercatat sebagai Sekretaris PP Muhammadiyah ini beralasan, mereka, baik itu Ortom, PWM maupun muktamirin sudah mendapatkan misi, visi dan menyalurkan aspirasi selama muktamar berlangsung."Karena untuk memilih seorang ketua umum, mekanisme yang akan dipakai nantinya, adalah proses demokratis. Bisa melalui penyampaian aspirasi yang dilakukan satu-persatu oleh ke-13 formatur, bisa juga langsung menunjuk nama atau dipilih melalui voting," jelas Haedar.Mengapa harus menggunakan mekanisme demikian, menurut Haedar hal itu berdasarkan argumentasi masing-masing orang dalam formatur untuk kepentingan Muhammadiyah ke depan.Memilih calon Ketua Umum PP Muhammadiyah yang bukan merupakan pemilik suara terbanyak tidak melanggar kode etika, ke-13 formatur PP Muhammadiyah mempunyai kesempatan yang sama untuk mengemban amanat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah. Ke-13 anggota PP ini diberi mandat oleh muktamirin untuk memilih ketua, dan hasil pilihan tersebut dibawa ke sidang pleno untuk disahkan."Siapapun yang dipilih jadi ketua akan memposisikan diri dan diposisikan sebagai pimpinan kolektif, saya pikir ke-13 orang itu siap semuanya kalau diberi amanat," kata Haedar.Menurutnya, yang dicalonkan menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah tidak selalu yang memiliki jumlah suara terbanyak, meskipun kita tidak memilih yang terbanyak itu tidak melanggar etika. Mengenai isu akan dilakukan demo oleh bebarapa Pimpinan Wilayah (PWM) muhammadiyah, serta Organisasi otonom (ortom), menurut Haedar hal tersebut merupakan sebuah tekanan yang tidak perlu dilakukan. "Mereka harusnya tidak perlu memberi pressure (tekanan) dari luar kepada kita. Saya yakin ke-13 orang sudah mempunyai visi dan misi, kalau itu dilakukan bisa terjadi muktamar di luar muktamar," tandas Haedar. (san/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads