Nursyahbani Tolak Kenaikan Dana Operasional Anggota DPR
Rabu, 06 Jul 2005 22:41 WIB
Jakarta - DPR mengusulkan kenaikan dana operasional. Tapi, usulan ini banyak mendapat tentangan dari kalangan DPR sendiri. Pasalnya, kenaikan itu makin memperkuat ketidakadilan struktural antara pejabat negara dengan rakyat."Saya menolak rencana kenaikan dana operasional, karena rencana tersebut makin memperkuat ketidakadilan antara pejabat negara dengan rakyatnya. Padahal saat ini rakyat sedang mengalami kesulitan hidup," kata anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nursyahbani Katjasungkana di Jakarta, Rabu (6/7/2005) malam.Dijelaskannya usulan kenaikan dana operasional itu tidak didasarkan oleh alasan rasional, karena usulan tersebut tergantung oleh keputusan eksekutif. Padahal eksekutif adalah lembaga yang diawasi oleh DPR.Nursyahbani menilai, yang perlu diperjuangkan saat ini adalah otonomi keuangan berdasarkan trias politica, sehingga masing-masing dapat berdiri secara independen.Ditanyakan apakah kenaikan tersebut akibat tingginya potongan partai, Nursyahbani menilai jika alasan itu yang dipakai, maka jelas sangat lemah dan tidak bisa dijadikan pegangan, karena partai politik bukan tanggungan negara akan tetapi urusan dari masing-masing parpol."Ini pendapat pribadi masing-masing anggota. Namun pendapat saya ini sudah dikonsultasikan kepada pimpinan fraksi dan disetujui oleh pimpinan," jelasnya.
(san/)











































