Dituntut Hukum Mati, 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu Hadapi Vonis

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 19 Apr 2018 15:25 WIB
8 WN Taiwan terdakwa penyelundup 1 ton sabu menghadapi sidang vonis di PN Jaksel, Kamis (19/4/2018) Foto: Yulida Medistiara/detikcom
Jakarta -

Delapan terdakwa kasus penyelundupan 1 ton sabu ke Pantai Anyer, Banten, menghadapi sidang pembacaan putusan (vonis). Kedelapan orang WN Taiwan ini sebelumnya dituntut jaksa dengan hukuman mati.

Kedelapan orang terdakwa masuk ke ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sekitar pukul 14.45 WIB, Kamis (19/4/2018). Namun sidang vonis belum dimulai.

Pengacara kedelapan terdakwa, Daniel Setiawan berharap majelis hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup, bukan vonis hukuman mati.

"Harapan kami, hakim setuju dengan pembelaan kami yaitu Pasal 112 ayat 2 di mana hukuman maksimumnya adalah seumur hidup," kata Daniel.

Tuntutan hukuman mati diajukan jaksa karena kedelapan terdakwa dinilai terbukti bersalah. Para terdakwa dituntut Pasal 114 ayat 2 junctoPasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

8 WN Taiwan terdakwa penyelundup 1 ton sabu menghadapi sidang vonis di PN Jaksel, Kamis (19/4/2018) Foto: Yulida Medistiara/detikcom8 WN Taiwan terdakwa penyelundup 1 ton sabu menghadapi sidang vonis di PN Jaksel, Kamis (19/4/2018) Foto: Yulida Medistiara/detikcom Foto: Yulida Medistiara/detikcom

Dari 8 terdakwa itu, lima orang, yakni Juang Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Chih Feng, Kuo Chun Yuan, dan Tsai Chih Hung, berperan sebagai pihak yang berada dan bekerja di kapal Wanderlust.

Sedangkan tiga terdakwa, yakni, Liao Guan Yu, Chen Wei Cyuan, dan Hsu Yung Li, berperan menjemput barang bukti 1 ton sabu itu di Pantai Anyer, Serang, Banten.



(yld/fdn)