DetikNews
Kamis 19 April 2018, 15:07 WIB

Mereka Meragukan Prabowo

Jabbar Ramdhani - detikNews
Mereka Meragukan Prabowo Foto: Instagram
Jakarta - Prabowo Subianto sudah menyatakan siap menjadi capres 2019. Namun peluang maju Prabowo diragukan sejumlah pihak, bahkan oleh elite dari partai kawan koalisinya.

Prabowo menyatakan kesiapannya dalam acara Rakornas Gerinda, yang digelar di kompleks kediamannya, Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4/2018) lalu. Penerimaan mandat itu dia umumkan di hadapan para kader Gerindra.

Rekaman pidato Prabowo beredar di kalangan wartawan yang ada di kompleks rumahnya. Dalam rekaman itu, mantan Danjen Kopassus ini dengan tegas menyatakan siap nyapres.

"Saya menerima keputusan ini sebagai suatu penugasan, suatu amanat, suatu perintah, dan saya menyatakan siap melaksanakannya," ujar Prabowo soal mandat jadi capres yang diberikan di Rakornas Gerindra.


Seperti gayung yang tak bersambut, pernyataan siap Prabowo direspons keraguan pihak lain. Elite PKS Nasir Djamil meyakini Prabowo akan memberikan tiketnya kepada orang lain, yakni eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

"Saya punya analisis tiket itu akan diberikan kepada orang lain. Yang paling berkesempatan untuk mendapatkan itu adalah Gatot Nurmantyo," sambungnya.

Nasir Djamil.Nasir Djamil (Ari Saputra/detikcom)

Nasir juga memperkirakan logistik Prabowo sudah terkuras pada Pilpres 2014. Karena itu, Prabowo bakal menyerahkan tiket maju pada Pilpres 2019 kepada orang lain, yang diperkirakan Nasir adalah Gatot.

"Pilpres ini adalah besar biayanya. Saya pikir mungkin Prabowo sudah... bukan saya tidak percaya pada Prabowo ya, tapi saya lihat logistiknya pada 2014 kemarin sudah terkuras," ucap Nasir, yang diketahui menemui relawan pendukung Gatot.


Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid seolah memperkuat pernyataan Nasir. Hidayat tak gamblang bicara seperti Nasir, tapi dia memberi sinyal partainya masih ingin membahas capres-cawapres dengan Gerindra.

"Kami dengan Gerindra, saya yakin sepakat kami ingin menghadirkan alternatif capres yang lebih baik untuk Pilpres 2019. Kami sepakat, tinggal kemudian siapa yang akan kita sepakati sebagai capres dan cawapresnya. Itu proses yang masih berjalan dan itu belum selesai sampai hari ini," ujar Hidayat.

"Pak Prabowo belum menyatakan, 'Saya maju sebagai calon presiden.' Beliau mengatakan, 'Kalau diberi mandat, saya siap,' tapi beliau belum mengatakan, 'Saya siap sebagai calon presiden.' Minimal belum ada yang mendaftarkan ke KPU, karena KPU juga belum membuka pendaftaran," imbuhnya.

Prabowo telanjang dada diarak kader Gerindra usai menyatakan siap nyapres.Prabowo bertelanjang dada diarak kader Gerindra setelah menyatakan siap nyapres. (Foto: Screenshot video)

Meski demikian, keraguan Nasir dan Hidayat ditepis oleh elite PKS lainnya. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan Nasir Djamil bukanlah tim komunikasi resmi PKS untuk Pilpres 2019. Ketua DPP PKS Jazuli Juwaini juga menegaskan partainya setia kepada Gerindra.

"Komunikasi selalu terus kita bangun dan saya yakin Pak Prabowo bisa merasakan sentuhan kebatinan PKS yang selama ini kita setia bersama Gerindra. Bayangin, kita 2014 tanpa ada wakil, tanpa ada ketua tim sukses, kita ini paling setia. Yang lain kan hijrah semua dengan jatahnya masing-masing," kata Jazuli di ruang Fraksi PKS, gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (17/4) lalu.


Mahfud MD.Mahfud MD. (Grandyos Zafna/detikcom)

Eks Ketua Timses Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD, juga meragukan Prabowo akan nyapres. Prediksi Mahfud sama dengan Nasir Djamil, Prabowo akan memberi tiket kepada Gatot Nurmantyo.

"Dugaan saya, poros akan tetap dua, poros keduanya nanti Gatot. Gatot sebagai saingan saya kira, saya kira Prabowo tidak. Saya kira ya," kata Mahfud kepada wartawan di PARA Syndicate, Jl Wijaya 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (19/4).

Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean juga menyiratkan keraguan terhadap Prabowo. Ferdinand menyampaikan harapan agar Prabowo tak nyapres.

"Sosok Prabowo sendiri sesungguhnya kami harapkan untuk menjadi king maker. Bagi kami akan lebih baik jika mendukung capres baru. Pak Prabowo naik kasta saja. Ini terkait dengan sejarah sebelumnya, cawapres beliau kalah, capres pun demikian. Belajar dari itu, akan lebih baik jika menjadi king maker," kata Ferdinand kepada wartawan, Kamis (19/4) hari ini.

"Seperti dalam sepakbola, Mourinho tidak sukses main bola, tapi sukses jadi pengatur serangan atau jadi pelatih. Dan dengan jadi pelatih, Mourinho jadi diperhitungkan. Demikian juga Pak Prabowo, mungkin akan sukses jika jadi king maker. Tapi jika beliau tetap ingin maju, kami tidak bisa halangi. Namun itu akan membuat Demokrat berpikir yang lain, terutama poros baru," sambung Ferdinand.

Meski demikian, Gerindra tetap yakin Prabowo maju dan akan mengalahkan Jokowi. Waketum Gerindra Fadli Zon meyakini peluang menang Prabowo besar.

"Setahu saya, nggak ada yang meragukan elektabilitas, semua juga melihat sekarang ini yang tertinggi itu adalah Pak Jokowi karena kebetulan sebagai petahana. Peluang Pak Prabowo saya kira semakin besar karena semakin naik terus dari sisi survei, sementara petahana semakin turun. Jadi peluang untuk Pak Prabowo menang itu sangat-sangat tinggi," ujar Fadli kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selatan (17/4).

Prabowo sendiri beberapa kali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Ini diantaranya:

[Gambas:Video 20detik]


(tor/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed