Hemat Tak Cukup, Pemerintah Diminta Umumkan Stok BBM/Hari
Rabu, 06 Jul 2005 18:33 WIB
Jakarta - Imbauan Presiden SBY agar masyarakat menghemat konsumsi BBM dinilai belum cukup. Orang-orang di lingkungan istana dan menteri-menterinya juga harus menjadi teladan. Sayangnya imbauan itu dinilai masih kurang, pemerintah juga harus mengumumkan stok BBM setiap hari."Yang penting itu sebetulnya bukan komunikasi politik seperti itu, tapi komunikasi riil. Artinya, umumkan kepada masyarakat kondisi riil BBM," ungkap pengamat politik Fachry Ali usai acara Kajian Pramuktamar II PKB di Hotel Bidakara, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (6/7/2005).Pemerintah diminta tidak malu-malu mengumumkan secara transparan kondisi BBM yang sebenarnya. "Kemukakan berapa lama lagi cadangan BBM yang kita miliki. Kemarin diumumkan cadangan BBM untuk 18 hari lagi. Seharusnya perkembangannya diumumkan setiap hari," kata dia.Presiden SBY juga harus mengemukakan implikasi-implikasi bila penghematan BBM itu dilanggar. Sayangnya, upaya-upaya itu dinilai tidak akan dipedulikan masyarakat."Tampaknya rakyat tidak mempersoalkan kondisi BBM yang sedang krisis. Karena rakyat saat ini sedang mendukung SBY atas konsistensinya memberantas korupsi," kata Fachry.Sebelumnya, SBY meminta masyarakat untuk tidak panik menghadapi kelangkaan BBM yang terjadi akhir-akhir ini. Pemerintah berusaha keras mempertahankan ketersediaan minimal BBM dengan meningkatkan suplai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.SBY juga mengajak kepada masyarakat membangun budaya dan gaya hidup hemat energi dan BBM. Selama ini, Indonesia dikenal sebagai bangsa yang boros dalam mengkonsumsi listrik dan BBM. Perilaku demikian tidak sesuai dengan keadaan yang sedang dihadapi negara.Untuk memulai gerakan hemat energi itu, SBY menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah dan TNI Polri untuk melakukan penghematan signifikan terhadap penggunaan BBM dan listrik. Misalnya, mengurangi pemakaian AC dan lampu-lampu penerangan yang tidak perlu. Langkah ini akan diikuti oleh lembaga tinggi negara lainnya.
(umi/)











































