detikNews
Kamis 19 April 2018, 13:54 WIB

Dubes AS, Prancis, dan Inggris Temui Menlu Bahas Senjata Kimia Suriah

Denita Br Matondang - detikNews
Dubes AS, Prancis, dan Inggris Temui Menlu Bahas Senjata Kimia Suriah (Kiri ke kanan) Duta Besar Prancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet, Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan, dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik (Denita Br Matondang/detikcom)
Jakarta - Perwakilan Amerika Serikat (AS), Prancis, dan Inggris melakukan pertemuan tertutup dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Pertemuan itu membahas konflik senjata kimia di Suriah.

Pertemuan digelar di gedung Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018). Pertemuan dilaksanakan pada pukul 10.30-12.30 WIB.


Adapun perwakilan ketiga negara itu adalah Dubes AS untuk Indonesia Joseph Donovan, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, dan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet.

"Kami baru bertemu dengan Menteri Retno, kami menghargai ia mau menemui kami. Tujuan pertemuan kami adalah untuk mendiskusikan langkah berulang Suriah yang menggunakan senjata kimia kepada warga negara mereka sendiri," kata Donovan.


Dia menambahkan sebelumnya ada empat kasus serangan senjata kimia yang dipakai pemerintah Suriah. Hal ini telah diidentifikasi oleh Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW). Terbaru, serangan senjata kimia terjadi pada 7 April lalu.

Donovan menilai pemerintah Suriah terus mengabaikan respons AS atas penggunaan senjata kimia. Padahal serangan AS dan sekutu dilakukan agar pihak Suriah tidak lagi menggunakan senjata kimia saat menyerang pemberontak.

"Intinya, Suriah selalu menggunakan senjata kimia berulang-ulang kepada rakyatnya sendiri. Mengabaikan respons AS yang kerap membalasnya menggunakan serangan udara terhadap fasilitas kimia Suriah yang tujuannya untuk melemahkan kapabilitas senjata kimia mereka dan membuat mereka jera agar tak menggunakannya kembali," ucap Donovan.


Sebelumnya, pada Sabtu (14/4) lalu, AS beserta Inggris dan Prancis melancarkan serangan rudal ke Suriah menyusul dugaan serangan kimia di Douma pada 7 April lalu. AS dan sekutu-sekutunya menyebut rezim Presiden Bashar al-Assad mendalangi serangan kimia yang menewaskan puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, itu. Rezim Assad telah membantah keras tuduhan tersebut.

Sebelum serangan rudal AS dan sekutu tersebut, Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman mengindikasikan bahwa kerajaan tersebut akan mendukung aksi militer internasional di Suriah.
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed