Krisis BBM Merembet ke Surakarta

Hiswana Migas Pasrah

Krisis BBM Merembet ke Surakarta

- detikNews
Rabu, 06 Jul 2005 18:16 WIB
Solo - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai merembet ke wilayah Surakarta. Harga bensin di eceran naik tajam. Hiswana Migas mengakui adanya pengurangan pasokan. Namun himpunan para pengusaha dan distributor BMM ini mengaku pasrah dan tidak bisa meminta tambahan pasokan.Antrean mulai tampak di sejumlah SPBU di Surakarta sejak beberapa hari terakhir. Hari ini antrian itu mulai berkurang. Bukan berarti stok di SPBU telah memadai, namun justru karena SPBU itu ditutup. Ada yang sudah dipalang besi dan ada pula yang diberi tulisan stok habis.Di SPBU Kota Wonogiri hampir tidak terjadi persoalan, meskipun dua hari sebelumnya sempat kehabisan stok. Namun Beberapa SPBU di Sukoharjo memilih tidak beroperasi sejak siang. Di Kawasan Solo Baru antrean mobil dan motor cukup panjang.Di dalam kota, SPBU Manahan dan SPBU Purwosari Solo juga mengalami kekosongan stok. Sedangkan di Jalan Juanda, antrian kendaraan cukup panjang terjadi. Kondisi ini segera berdampak pada harga bensin yangdijual eceran oleh kios-kios kecil. Pedagang eceran menjual bensin Rp 2.800 hingga Rp 3.000 untuk tiap liternya.PasrahKetua Himpunan Wiraswasta Minyak Dan Gas Bumi (Hiswanan Migas) Solo Agust Pramono saat dikonfirmasi mengakui bahwa memang terjadi pengurangan pasokan BBM oleh pihak Pertamina. Namun dia mengatakan belum mendapatkan angka pasti jumlah pengurangan tersebut."Kami hanya mendapat jatah dari Pertamina dan langsung kami dibagi-bagikan ke 85 SPBU di wilayah Surakarta. Kami tidak bisa meminta tambahan lagi, apa adanya yang kami terima langsung kami bagikan. Namun jika Pemerintah menepati janji akan menambah pasokan seperti yang disampaikan Dirut Pertamina maka minggu depan persoalan ini sudah bisa diatasi," ujarnya.Dia hanya lalu memaparkan data pada tahun 2003 untuk wilayah Surakarta, Pertamina memasok 374,532 ribu kiloliter bensin dan 227,167 ribu kiloliter solar. Pada tahun 2004 kebutuhan meningkat menjadi 427,846 ribu kiloliter bensin dan 238,840 ribu kiloliter solar.Pada Januari 2005 pasokan mencapai 36,120 ribu kiloliter bensin dan 19,072 ribu kiloliter solar, Bulan Februari 34,720 ribu kilo liter bensin dan 18,080 ribu kilo liter solar, Bulan Maret 34,692 ribu kiloliter bensin dan 19,459 ribu kiloliter solar, Bulan April 36,256 ribu kiloliter bensin dan 19,888 ribu kiloliter solar.Sedangkan untuk Bulan Mei 38,800 ribu kiloliter bensin dan 20,754 ribu kiloliter solar. Dari angka itu menunjukkan kebutuhan bensin rata-rata mencapai 1.203,92 ribu kiloliter/hari dan 648,35 ribu kiloliter/hari. "Dengan adanya pengurangan pasokan sedangkan pengguna terus bertamah maka terjadi kelangkaan seperti sekarang," ujarnya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads