Jokowi: Lakukan Modernisasi Tanpa Lupakan Nilai Agama dan Budaya

Ray Jordan - detikNews
Kamis, 19 Apr 2018 13:42 WIB
Presiden Jokowi buka Muslim Fashion Festival 2018 Foto: Ray Jordan/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan modernisasi harus dilakukan di tengah ketatnya persaingan antara negara. Namun dia mengingatkan, modernisasi tersebut dilakukan tanpa melupakan nilai agama dan budaya Indonesia.

Jokowi mengatakan, mau tidak mau, masyarakat sekarang ini hidup di era persaingan dan gaya hidup (lifestyle). Konsekuensi dari era tersebut yakni lajunya perubahan yang juga melanda seluruh dunia.

"Perubahan di seluruh dunia semakin cepat, semakin luar biasa," kata Jokowi saat membuka Muslim Fashion Festival (Mufest) Indonesia 2018 di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Jokowi juga mengatakan, seluruh dunia saat ini juga semakin membuka diri dan melakukan modernisasi. Itu dilakukan karena generasi muda, terutama kalangan milenial di seluruh dunia menuntut teknologi dan lifestyle terkini.

"Dalam melakukan teknologi mengembangkan industri lifestyle ini adalah satu kesatuan dengan yang namanya modernisasi. Akan tetapi, ini pasti harus ada tapinya, modernisasi harus kita lakukan tanpa melupakan nilai-nilai agama kita, nilai-nilai tradisi kita. Tidak boleh juga melupakan norma-norma kita. Jangan sampai kita terlepas dari nilai-nilai keagamaan kita, jangan sampai lepas dari akar kebudayaan atau tradisi yang kita punyai," ujar Jokowi.


Oleh sebab itu, kata Jokowi, peranan industri kreatif termasuk industri fashion sangat penting. Dia mengatakan, ekonomi kreatif termasuk industri fashion ke depan memiliki masa depan yang luar biasa cerahnya.

"Kenapa? Karena saat ini ratusan juta orang di Asia, di Amerika Selatan di Afrika, Timur Tengah, termasuk tentunya di Asia Tenggara dan Indonesia sendiri sedang dalam proses naik kelas bergabung kepada yang namanya kelas menengah atau middle class yang penuh dengan gaya hidup, yang penuh dengan lifestyle," kata Jokowi.

Dia juga mengatakan, ekonomi kreatif sangat cocok untuk orang-orang Indonesia.

"Setiap kali saya keliling dunia banyak bertemu dengan orang selalu mereka menyampaikan kepada saya bahwa busana muslim desainer Indonesia sangat luar biasa dan sangat digandrungi," kata Jokowi.


Sekarang, lanjut Jokowi, tinggal bagaimana masyarakat mengembangkan industri ini sehingga Indonesia menjadi pusat busana muslim dunia. Melalui kegiatan Indonesia Muslim Fashion Festival 2018 tersebut, Jokowi berpesan agar semua pihak bekerja sama menonjolkan kekhasan Indonesia.

"Supaya busana muslim Indonesia ada ciri khas ke-Indonesiaan-nya. Sama seperti ada gaya busana muslim di Saudi, gaya busana muslim di Emirates, gaya busana muslim di Turki, Kita juga harus kembangkan gaya busana muslim yang khas Indonesia," kata Jokowi. (rjo/hri)