Komnas HAM Cari Bukti, Motret-motret Rutan Polri
Rabu, 06 Jul 2005 17:04 WIB
Jakarta -
Upaya Komnas HAM mencari bukti penculikan orang hilang terus digeber. Kali ini pencarian bukti dilakukan di Mabes Polri. Sambil menenteng kamera, anggota Komnas HAM Mayjen Pol (Purn) Koesparmono Irsan asyik mengambil gambar ruang tahanan Mabes Polri."Tidak ada yang dibicarakan memang, karena kita hanya motret untuk membuktikan apa yang dikatakan bahwa sel itu ber-AC, ternyata tidak. Sel Andi Arif (aktivis korban penculikan, red) tidak ber-AC," ungkap eks Deputi Operasi Kapolri itu di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Rabu (6/7/2005).Untuk mencari kecocokan antara data yang dimiliki dan kenyataan yang ada, Komnas HAM akan mengecek ke rumah tahanan lain. "Memang tidak sesuai dengan yang dikatakan dalam kasus orang hilang. Andi Arif, misalnya. Dia dulu pernah di sini, tapi dia terus dikirim ke Polda Metro. Dari Polda Metro lalu ke daerah," kata Kusparmono.Karena itu, jika tidak ada aral melintang, Kamis (7/7/2005), Komnas akan mengecek Polda Metro. Hal ini untuk mengetahui apakah aktivis-aktivis yang hilang ini pernah ditahan di Polda Metro atau tidak.Hasil pembuktian ini nantinya akan dibawa ke sidang pleno. Keputusannya nanti bagaimana, lanjut dia, tergantung sidang. "Kita kan menggunakan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM," kata pria berkacamata ini.Kapolri BaruTerkait dengan rencana penggantian Kapolri, Koesparmono berharap ada perbedaan yang tidak hanya bersifat struktural saja, tapi juga kultural."Kalau kultural itu kan perilaku, kalau struktural itu artinya tuntutan. Jadi perubahan harus menyentuh pada kultural, budaya polisi," kata dia.Diakui Koesparmono, memang ada masalah serius dalam budaya polisi yang cenderung militeristik. Budaya ini harus diubah ke arah yang lebih baik. Namun diakui perubahan itu tidak serta merta bisa dilakukan saat ini juga. "Memerlukan waktu dan kesabaran. Mengubah budaya itu juga harus mengubah lingkungan dan aspek-aspeknya," kata dia.Selain mengubah budaya, dia menekankan, masih ada tiga pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Kapolri baru nanti. Pekerjaan rumah itu terkait dengan penyusunan struktur kepolisian, menerapkan akal budi bukan kekerasan, dan mengubah sistem pendidikan, berorientasi pada kepentingan-kepentingan penegakan hukum.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































