Penutupan Exotic Disebut Komoditas Politik, Ini Respons Sandiaga

Mochamad Zhacky Kusumo - detikNews
Rabu, 18 Apr 2018 23:15 WIB
Sandiaga Uno (Muhammad Fida/detikcom)
Sandiaga Uno (Muhammad Fida/detikcom)
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menepis tudingan yang menyebut penutupan Diskotek Exotic merupakan komoditas politik. Sandiaga memastikan terdapat penggunaan narkoba itu Exotic.

"Ada kesempatan buat kita untuk betul-betul memastikan (penutupan Exotic) dan koordinasi dengan BNN bahwa narkoba terbukti digunakan di tempat itu dan kita tegas," kata Sandiaga di Halte JORR TransJakarta, Jalan Ciledug Raya, Jakarta Selatan, Rabu (18/4/2018).

Baca Juga: Diskotek Exotic Protes: Bisnis Hiburan Jadi Komoditas Politik!

Sandiaga menuturkan data Badan Narkotika Nasional bisa juga dijadikan dasar oleh Pemprov DKI untuk menutup tempat hiburan malam. Karena itu, tinggal para pengelola yang harus memastikan bahwa tempat hiburan malam yang mereka kelola bersih dari narkoba.

"Jadi kita lebih baik berhati sekali, waspada sekali terhadap narkoba. Dan data BNN itu yang kami anggap sebagai data yang valid. Dan kalau misalnya ada yang keberatan, tentunya para pihak, ya, memahami, Pemprov memastikan bahwa kami mengirim pesan yang sangat tegas terhadap peredaran dan penggunaan narkoba di Jakarta," papar Sandiaga.

Baca Juga: Keluarga Tak Ingin Korban Tewas di Diskotek Exotic Diautopsi

Pihak Diskotek Exotic menyesalkan penutupan total usaha mereka oleh Pemprov DKI Jakarta. Juru bicara Diskotek Exotic Tete Martadilaga menuduh Anies-Sandiaga menjadikan bisnis tempat hiburan sebagai komoditas politik.

"Jangan dijadikan komoditas politiklah tempat-tempat hiburan ini, bisnis hiburan ini. Ini kan politik semua. Mulai Alexis, berbau politik nggak itu? Berbau politik, kan? Jangan dijadikan alatlah untuk kepentingan politik. Bisnis hiburan ini kan kacau-balau sekarang ini," ujar Tete saat dihubungi melalui sambungan telepon siang tadi.

Baca Juga: Pihak Exotic Kecewa Tidak Diberi Kesempatan Membela Diri (zak/fdu)