SBY Imbau Masyarakat Hemat BBM & Tidak Panik

SBY Imbau Masyarakat Hemat BBM & Tidak Panik

- detikNews
Rabu, 06 Jul 2005 16:38 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta masyarakat untuk tidak panik menghadapi kelangkaan BBM yang terjadi akhir-akhir ini. Pemerintah berusaha keras mempertahankan ketersediaan minimal BBM dengan meningkatkan suplai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat."Saya harap jangan ada kepanikan. Itu tidak perlu, jangan ada yang dimanipulasi. Saya tidak ingin ada masalah baru di samping tingginya harga BBM dunia," kata SBY usai rapat konsultasi dengan pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara di kantor kepresidenan, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (6/7/2005).Hadir dalam rapat itu adalah Ketua DPR Agung Laksono, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah, Ketua BPK Anwar Nasution, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ash-Shiddiqie, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, dan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar.SBY juga mengajak kepada masyarakat membangun budaya dan gaya hidup hemat energi dan BBM. Selama ini, Indonesia dikenal sebagai bangsa yang boros dalam mengkonsumsi listrik dan BBM. Perilaku demikian tidak sesuai dengan keadaan yang sedang dihadapi negara.Untuk memulai gerakan hemat energi itu, SBY menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah dan TNI Polri untuk melakukan penghematan signifikan terhadap penggunaan BBM dan listrik. Hal itu seperti mengurangi pemakaian AC dan lampu-lampu penerangan yang tidak perlu. Langkah ini akan diikuti oleh lembaga tinggi negara lainnya. "Tidak krisis pun langkah ini diperlukan, sehingga pengeluaran kita terhadap BBM lebih menurun. Gas, minyak, dan batubara kita tidak berarti selamanya akan ada," ingatnya.SBY juga mengecam keras pelaku pengoplosan dan penyelundupan BBM. Dia meminta kepada masyarakat membantu upaya aparat penegak hukum melaksanakan operasi untuk menggulung kejahatan ini."Minyak tanah mahal, dioplos. Harga di negara lain tinggi, diselundupkan. Orang seperti itu sangat tepat diberi hukuman seberat-beratnya. Mereka tidak punya hati, malah melakukan hal-hal yang destruktif," kecam SBY. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads