Gubernur Riau Bantah Halangi Mendagri Aktifkan Bupati Kampar
Rabu, 06 Jul 2005 16:28 WIB
Pekanbaru -
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Ma'ruf sudah lama ingin mengantifkan kembali Bupati Kampar nonaktif Jefry Noer. Gubernur Riau Rusli Zanal membantah telah menghalangi recana pengaktifan Jefry. "Tidak benar saya ini menghalangi Mendagri untuk mengaktifkan Jefry Noer. Masak sih saya seorang gubernur punya wewenang mengatur Mendagri," kata Gubernur Riau kepada wartawan di Gedung Perpustakaan Daerah dan Arsip, Jl Sudirman, Pekanbaru, Rabu (6/7/2005).Isu seperti itu, aku Rusli, juga diterimanya dari masyarakat Kampar. "Dan saya sudah jelaskan, saya tidak pernah menghalangi langkah Mendagri dalam menentukan sikap terhadap pemerintahan di Kampar," tegasnya.Pertimbangan pengaktifan Jefry ini karena secara hukum Jefry Noer masih menjabat sebagai bupati. Selama ini Jefry sempat nonaktif karena menjalani masa orientasi di Jakarta pascaaksi demo sejumlah guru dan siswa di Kampar.Dengan dana sedikit emosi, Rusli mengatakan, sebaiknya masalah pemerintah di Kampar dilihat dengan kaca mata yang jernih. Sebab, semua proses untuk mengatifkan atau tidak mengaktifikan kembali Jefry Noer sebagai bupati bukan merupakan kewenangannya. "Pertimbangan sepenuhnya kita serahkan saja ke pemerintah pusat," kata Rusli.Menjawab pertanyaan detikcom, bukankan secara hukum Jrfry Noer masih aktif sebagai Bupati Kampar, menurut Rusli, masalah hukum bukan kewenangannya untuk menjawab. Dia menjelaskan dalam masalah di pemerintahan di Kampar, semua aspek harus dilihat, baik secara hukum, politik dan aspirasi pro dan kontra atas Jefry Noer."Hendaknya semua pihak bisa memahami dari segala aspek yang ada. Namun kewenangan sepenuhnya dalam masalah Kampar menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat," katanya.Adanya komentar Mendagri bahwa untuk aktifnya Jefry Noer sebagai kepala daerah membutuhkan rekomendasi dari gubernur, menurut Rusli, pihaknnya juga tidak berwenang memberikan rekomendasi tersebut."Lho apa hak saya memberikan rekomendasi soal itu. Saya juga minta, kalian (wartawan) jangan mempelintir masalah ini. Nanti yang disebarkan malah tidak sesuai dengan kenyataan," kata Rusli tampak kesal.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































