"Itu pernyataan benar, sejak November 2017. Pada waktu itu sudah ada pertemuan antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Dan di dalam pertemuan itu dua kali sudah disampaikan tawaran dari Pak Jokowi untuk mengajak Pak Prabowo sebagai calon wakil presiden," kata Rommy, yang menjadi tamu di acara Mata Najwa, Rabu (18/4/2018).
Menurut Rommy, tawaran itu disampaikan secara langsung oleh Jokowi kepada Prabowo. Ia mengatakan, dalam pertemuan kedua Prabowo menyatakan merasa terhormat atas tawaran Jokowi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku mendukung keinginan Jokowi menggandeng Prabowo sebagai cawapres. Menurutnya, alasan Jokowi saat itu adalah untuk menghentikan ujaran kebencian yang selama ini muncul di masyarakat.
"Saya tahunya karena ditanya apakah Mas Rommy setuju. Saya bilang ini sebagai apa? 'Sebagai Ketua Umum PPP.' Saya bilang ini inisiatif siapa, Pak? 'Dari saya.' Pertimbangannya apa? 'Demi NKRI.' Kenapa begitu? 'Karena, setelah diteliti dengan berbagai survei, ujaran kebencian ini tidak akan berkurang kecuali dua tokoh nasional ini bersatu.' Saya bilang, setuju, Pak," ucapnya.
Pada Desember 2017, menurut Rommy, Jokowi mengatakan yang setuju duetnya dengan Prabowo baru Rommy. Sedangkan ketua umum parpol lain dan relawannya belum setuju sepenuhnya.
Ia juga menyatakan ada utusan dari Prabowo yang menanyakan apakah tawaran November 2017 itu masih ada atau tidak. Namun ia tak menyebut siapa utusan Prabowo tersebut.
Namun apa yang disampaikan Rommy itu dibantah oleh Waketum Gerindra Arief Poyuono. Menurutnya, tak ada utusan Prabowo yang menemui Jokowi.
"Itu nggak benar, tidak ada utusan kami mendatangi Pak Jokowi," ucap Arief, yang juga hadir di acara tersebut.
"Pak Rommy diberi informasi dari Pak Joko Widodo. Katanya ada utusan Gerindra datang, tapi saya sebagai pengurus teras Gerindra menegaskan, Pak Prabowo tidak pernah mengutus seseorang ke Pak Jokowi kalau Pak Prabowo mau jadi cawapres," pungkasnya. (haf/rvk)











































