Mabes TNI: Kalah di Pilkada, Prajurit TNI Harus Legowo
Rabu, 06 Jul 2005 15:09 WIB
Jakarta -
Kalah dan menang dalam suatu pertandingan hal yang biasa. Untuk itu, Mabes TNI menginstruksikan prajurit TNI yang menjadi calon kepala daerah harus siap menerima kekalahan. "Semua pihak termasuk prajurit TNI harus bersikap legowo bila kalah dalam Pilkada," kata Kapuspen Mabes TNI, Mayjen Kohirin Suganda usai ramah tamah dengan wartawan di Balai Media TNI, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/7/2005). Hal ini menanggapi kalahnya sejumlah prajurit TNI dalam Pilkada di beberapa tempat.Ia berpendapat kalahnya calon dari militer bukan karena tidak mengakar di masyarakat. "Itu masalah prinsip di setiap daerah. Dan mereka bukan berangkat atas nama TNI tapi hak warga negara," jelas Kohirin.Menurut dia, kekalahan ini merupakan salah satu pelajaran di era reformasi dan demokrasi. "Kalah dan menang itu hanya akibat saja karena rakyat yang menentukan siapa pemimpinnya," tandas dia.Oleh karena itu, pihak yang kalah dalam Pilkada harus siap menerima kenyataan. "Yang tidak terpilih bisa berpartisipasi dalam bentuk lain yaitu memberi kritik yang konstruktif," ujar Kohirin. Hingga kini, ia mengaku belum ada lagi prajurit TNI yang akan maju dalam Pilkada. Sebelumnya, ada 6 perwira menengah (Pamen) yang diizinkan ikut serta dalam Pilkada. Mereka adalah Kolonel Inf DJ Nachrowi yang menjadi calon Wakil Bupati Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Letkol Didi Sunardi yang mencalonkan diri sebagai Bupati Serang Banten, Letkol CKU Naschwin Ferien Norbeck calon Bupati Berau, Kaltim, Letkol Bastiam yang mencalonkan sebagai Bupati Kabupaten Agam, Sumbar. Dua lainnya adalah Mayor Inf Abdul Rais Ashar Sadar yang menjadi kandidat Wakil Bupati Yapen Waropen Papua, dan Kapten CPM AM Bahtiar Syambawa, yang mencalonkan diri sebagai Bupati Mamuju Utara, Sulbar.
(ton/)










































