3,4 Juta Liter BBM Disita dan 304 Penyelundup Ditangkap

3,4 Juta Liter BBM Disita dan 304 Penyelundup Ditangkap

- detikNews
Rabu, 06 Jul 2005 14:54 WIB
Jakarta - Kelangkaan BBM terjadi di sejumlah daerah. Hingga 4 Juli 2005, tercatat sedikitnya ada 231 kasus penyelundupan BBM dengan 304 tersangka. Barang bukti yang disita sebanyak 3.448.047 liter. Hal ini disampaikan Kabidpenum Mabes Polri Kombes Pol Zainuri Lubis dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (6/7/2005)."Dalam konteks kelangkaan BBM, kami menemukan pelanggaran pidana. Data kasus BBM sejak kenaikan harga BBM 1 Maret hingga 4 Juli 2005, terdapat 231 kasus BBM dengan 304 tersangka di seluruh RI," ungkap Zainuri.Barang bukti BBM yang disita sebanyak 3.448.047 liter terdiri dari 2.746.701 liter solar, 293.907 liter minyak tanah, 128.055 liter premium. 11.580 liter pertamax, 96.800 liter residu dan 171.000 liter minyak kotor. Sedangkan, barang bukti alat berupa 79 mobil tangki, 50 mobil roda empat, 46 tangki duduk, 21 alat komunikasi dan 18 kapal.Dalam kesempatan itu, Zainuri mencontohkan sebuah kasus yang terjadi di Polda Jawa Tengah pada 25 Juni 2005 lalu. Ditreskrim Polda Jateng menemukan penyalahgunaan distribusi niaga BBM solar di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap yang dimuat oleh kapal tanker MT YOTO.Tersangka yang diciduk sebanyak 6 orang. Empat orang di antarnya, Zhang Min Feng, Je Lefeng, Qu Zhenhui, dan Wang Jianhui merupakan warga negara Cina. Dua lainnya Chuang Quan Tiang dan Lee Yan merupakan warga negara Taiwan. Saksi yang diperiksa 16 orang.Barang bukti yang disita dalam kasus ini yakni 48.000 liter solar, kapal tanker MT YOTO, 3 truk tangki milik CV Teddy Jaya Putra, 1 unit colt disel dan 2 unit alat penyedot.Tersangkanya ada tiga orang bernama Opay dan Tety yang beralamat di Jalan Raya Bandung, Garut, km 202 No 209, Rancaekek, Bandung dan Neno serta Baino warga Cilacap. Ketiganya kini masih buron. (aan/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini