PPP: Serangan AS ke Suriah Berpotensi Langgar HAM

Prima Fauzi - detikNews
Rabu, 18 Apr 2018 11:18 WIB
Pusat penelitian Suriah di Barzeh luluh lantak setelah dirudal Amerika Serikat cs. (Foto: Louai Beshara/AFP)
Pusat penelitian Suriah di Barzeh luluh lantak setelah dirudal Amerika Serikat cs. (Foto: Louai Beshara/AFP)
Jakarta - Serangan Amerika (AS) dan beberapa sekutunya ke Suriah beberapa waktu lalu dinilai PPP berpotensi melanggar hak asasi manusia dalam Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (Durham). PPP ingin ketegangan di Suriah dihentikan.

"Tindakan Amerika tersebut berpotensi melanggar Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (Duham). Dan serangan ini akan memberi dampak ketegangan di negara kawasan serta semangat solidaritas negara-negara penduduk muslim," kata politisi PPP Arwani Thomafi dalam keterangan tertulis, Rabu (18/4/2018).


Menurut Arwani, serangan itu dinilai akan mempersulit terjadinya perdamaian di Suriah. Ia menyebut tindakan AS yang mengatasnamakan ketertiban dunia sebagai menyelesaikan masalah dengan masalah.

Untuk itu, PPP mendorong pemerintah melakukan diplomasi secara aktif atas agresi militer Amerika dan sekutunya. PPP juga meminta DPR RI melakukan hal yang sama.

"Kami juga mendorong DPR RI melalui Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) ataupun dalam keanggotaan organisasi parlemen dunia, seperti International Parliament Union (IPU), ASEAN Parliamentary Asemblay (AIPA), serta Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF), untuk melakukan diplomasi secara aktif terkait agresi militer Amerika dan sekutunya ke Suriah," ujarnya.


Ia menjelaskan serangan tersebut juga berpotensi memengaruhi perekonomian di kawasan Suriah, termasuk memberi dampak atas harga minyak dunia, mengingat kawasan Timur Tengah sebagai pemasok utama minyak dunia.

Untuk itu, pemerintah Indonesia diminta mengambil inisiatif dalam menghentikan serangan Amerika dan sekutu ke Suriah melalui jalur diplomasi internasional, seperti melalui PBB serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). (idr/idr)