Cinta Segitiga dan Penganiayaan Bikin Asen Gantung Diri
Rabu, 06 Jul 2005 13:20 WIB
Jakarta - Paulus alis Asen, tahanan Polda Metro Jaya, mengakhiri hidupnya di tali gantungan. Jenazahnya terbujur kaku di kamar jenazah RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat. Belum satu pun keluarga yang mengambil jasadnya.Agus, salah seorang kerabat Asen, menjenguk kondisi jenazah, Rabu (6/7/2005). Dia hanya ingin memastikan jenazah Asen. "Saya nggak yakin dia gantung diri, makanya ingin memastikan besar tambangnya seperti apa. Dia orangnya tidak seperti itu," kata Agus.Agus bersedia berbagi cerita kepada detikcom. Menurut Agus, Asen pernah menjalin cinta dengan Dona, wanita yang meminjamkan uang sebesar Rp 30 juta. Padahal, Dona telah bersuami."Mungkin karena cinta, Dona rela meminjamkan uang untuk modal usaha Asen.Ini cinta segitigalah," kata Agus.Hebohnya, pria keturunan Thionghoa ini belakangan justru menikahi perempuan lain. Dona pun sakit hati. Asen pun dilaporkan ke Polsek Bekasi dengan tuduhan melakukan penganiayaan.Asen ditahan selama tiga bulan hingga 8 Mei 2005. Baru keluar dari sel, Asen kembali diciduk polisi atas tuduhan kasus penipuan dan penggelapan uang Rp 30 juta. Ia melanggar pasal 372 dan 378 KUHP. Dia digelandang ke Rutan Polda Metro Jaya. Kepada Agus, Asen sempat curhat, dia kerap dianiaya aparat. Tak kuat menanggung derita, pria berusia 28 tahun itu akhirnya gantung diri di tiang kamar mandi Polda Metro Jaya, Selasa (6/7/2005).
(aan/)











































