Din Siap Pimpin Muhammadiyah

Raih Suara Terbanyak

Din Siap Pimpin Muhammadiyah

- detikNews
Rabu, 06 Jul 2005 12:36 WIB
Malang - Din Syamsuddin memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan 13 anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah 2005-2010. Dia siap menjadi ketua umum PP Muhammadiyah untuk lima tahun ke depan. Menurut Din, tidak ada ketentuan dalam Muhammadiyah bahwa yang memperoleh suara terbanyak dalam sidang pleno pemilihan akan langsung menjadi ketua umum. Tapi, bila memang dirinya diberi amanah untuk menjadi ketua umum, Din siap-siap saja. Hal ini disampaikan Din Syamsuddin kepada wartawan di sela-sela Sidang Komisi D yang membahas Pernyataan dan Rekomendasi di Kompleks Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jl Raya Tlogo Mas, Malang, Rabu (6/7/2005)."Apa pun hasil dari muktamar, kita harus terima secara ikhlas, karena dalam Muhammadiyah persoalan jabatan atau posisi dalam organisasi bukan persoalan hidup dan mati, tapi karena sebuah amanah yang harus diterima dan diemban," kata Din.Alumnus Pondok Pesantren Gontor dan Universitas California Los Angeles (UCLA) ini mengaku hingga saat ini belum menerima pemberitahuan dari panitia mengenai hasil pemilihan. Namun, Din sudah mendapat informasi itu dari media massa. Bagi Din, dukungan muktamar ini lebih merupakan amanah daripada anugerah. "Oleh karena itu bukan suatu yang harus disikapi dengan gembira tapi bila perlu disikapi dengan innalillahi, karena ini amanat yang berat serta dimintai pertanggungjawabannya di akhirat nanti. Konsekuensinya sangat berat," kata pria yang kini masih menjadi sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.Mengenai tuntutan beberapa daerah bahwa ketua umum yang terpilih tidak membawa Muhammadiyah pada politik praktis, Din mengatakan bahwa itu sudah ada ketentuan baku dan merupakan doktrin normatif di Muhammadiyah. "Muhammadiyah tidak mempunyai hubungan dengan partai politik mana pun, mengambil jarak atau kedekatan yang sama dengan partai politik. Muhammadiyah tidak menekankan penegakan politik kepartaian tapi lebih mengedepankan politik dakwah, "jelas Din.Din juga mengatakan, pimpinan Muhammadiyah lebih berorientasi dan berobsesi pada kultural dakwah dan bukan obsesi struktural. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads