DetikNews
Selasa 17 April 2018, 15:07 WIB

Ada yang Ragukan Prabowo, Fadli Zon: Peluang Menangnya Tinggi

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Ada yang Ragukan Prabowo, Fadli Zon: Peluang Menangnya Tinggi Prabowo Subianto (Wisma Putra/detikcom)
Jakarta -

Waketum Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan keyakinan soal peluang besar Prabowo Subianto memenangi Pilpres 2019. Gerindra tak mau ambil pusing atas adanya suara yang meragukan Prabowo maju capres.

"Kita kan dalam berpendapat tentu sangat bebas terbuka. Tapi kan yang akan memutuskan nanti adalah leadership-nya, jadi pemimpin-pemimpinnya. Jadi kalau ada pendapat-pendapat pribadi, saya kira biasa-biasa saja," ujar Fadli kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selatan (17/4/2018)

Pernyataan ini disampaikan Fadli menanggapi komentar elite PKS yang meragukan Prabowo pasti maju menjadi capres 2019. Elite PKS, Nasir Djamil, sebelumnya mengungkapkan analisis soal pilpres dan pencalonan Prabowo. Menurutnya, Prabowo akan menyerahkan tiket kepada eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

"Saya yakin di teman-teman PKS mereka juga punya calon. Pada waktunya tentu duduk bersama dan akan terjadi konsensuslah. Insyaallah," sambungnya.

Fadli juga menepis adanya pihak yang meragukan elektabilitas Prabowo. Peluang Prabowo memenangi pilpres, ditegaskan Fadli, sangat besar.

"Setahu saya, nggak ada yang meragukan elektabilitas, semua juga melihat sekarang ini yang tertinggi itu adalah Pak Jokowi karena kebetulan sebagai petahana. Peluang Pak Prabowo saya kira semakin besar karena semakin naik terus dari sisi survei, sementara petahana semakin turun. Jadi peluang untuk Pak Prabowo menang itu sangat-sangat tinggi," tuturnya.



Sebelumnya,
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) menegaskan partainya tetap ingin memunculkan calon presiden (capres) alternatif. Capres alternatif ini masih dibahas PKS dengan Gerindra.

"Kami dengan Gerindra, saya yakin sepakat kita ingin menghadirkan alternatif capres yang lebih baik untuk Pilpres 2019. Kami sepakat, tinggal kemudian siapa yang akan kita sepakati sebagai capres dan cawapresnya. Itu proses yang masih berjalan dan itu belum selesai sampai hari ini," ujar Hidayat.




(fdn/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed