DetikNews
Selasa 17 April 2018, 13:53 WIB

Dubes RI di Belanda Keluhkan SK Pelantikan PPLN Belum Turun

Dwi Andayani - detikNews
Dubes RI di Belanda Keluhkan SK Pelantikan PPLN Belum Turun Foto: Video conference terkait coklit pemilih luar negeri di gedung KPU, Jakarta, Selasa (17/4/2018). (Dwi Andayani/ detikcom)
Jakarta - Duta Besar RI untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja mengatakan Panitia Pemilih Luar Negeri (PPLN) Den Haag telah berbentuk. Namun, dia mengeluhkan belum adanya surat keputusan (SK) dari KPU untuk pelantikan.

"Dapat dilaporkan Bapak Ketua KPU (Arief Budiman) bahwa surat keputusan dari KPU belum turun sehingga kami belum bisa melantik PPLN," ujar Wesaka melalui video conference pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih luar negeri, Selasa (17/4/2018).


Meski belum dilantik, PPLN di Den Haag telah dibentuk sejak 23 Februari. Waseka mengatakan anggota PPLN juga telah terpilih sebanyak 7 orang untuk petugas coklit di Den Haag.

"PPLN Belanda sudah berdiri sejak tanggal 23 Februari lalu. PPLN Belanda juga sudah terpilih sebanyak 7 orang. Pada Pagi hari ini semua hadir di KBRI Den Haag," ujar Wesaka.


Ia mengatakan pihaknya telah menyiapkan tahapan untuk melakukan coklit. Beberapa hal yang disiapkan yaitu terkait website dan ruang sekertariat.

"Dapat kami sampaikan bahwa pada hari ini juga coklit sudah kami siapkan. Sementara menunggu SK pelantikan, persiapan-persiapan sudah kami lakukan. Seperti ruang sekretariat, website, sementara itu juga sedang dalam proses terpilih orang-orangnya," tutur Wesaka.

Sementara itu, Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan belum sampainya SK pelantikan karena terjadinya kesalahan nama PPLN. Sehingga perlu dilakukan perbaikan.

"Sudah ada SK namun ada kekeliruan nama, tadi saya sudah cek ke sekretariat SKnya sudah ada karena kami sudah tanda tangan, namun terjadi kekeliruan administrasi. Nama PPLNnya itu ada yang sebagai anggota ada juga yang sebagai sekretariat dan ini tidak dimungkinkan, maka sedang diperbaiki," ujar Viryan.

Senada dengan Viryan, Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan SK pelantikan merupakan masalah substansi. Namun, PPLN Den Haag tetap dapat memulai melakukan gerakan coklit.

"Sudah ada SKnya tinggal kita kirim, jadi hanya masalah substansi, tapi Den Haag sudah bisa bekerja melakukan coklit hari ini," kata Wahyu.

Saat ini terdapat 130 negara yang melaksanakan coklit serentak. 130 Panitia Pemilih Luar Negeri (PPLN) ikut membantu pelaksanaan coklit.

Data pemilih ini nantinya akan dimasukkan dalam daftar pemilih sementara (DPS). Coklit data pemilih berlangsung mulai 17 April hingga 17 Mei 2018.


(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed