Rumah Kontrakan Julius Sepi, Teman-Temannya Bungkam
Rabu, 06 Jul 2005 11:32 WIB
Jakarta - Trauma dan ketakutan. Inilah yang terpancar dari wajah teman-teman Julius. Mereka memilih menolak memberikan keterangan. Rumah kontrakan Julius pun sunyi senyap.Julius bekerja sebagai perajin kulit keong. Dia tinggal di rumah kontrakan di Jalan Ramin IV, RT05/RW10, Blok A, No 177, Kompleks Perumahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara. Rumah yang berlokasi di hook ini disewa Ny Selna dari Sugito. Rumah bercat putih itu tampak tertutup rapat dan dijaga tiga anjing galak warna hitam dan coklat. Tak ada kegiatan yang dilakukan para karyawan perajin keong ini. Hasil kerajinan tampak dijejerkan dalam wadah meja berukuran 2X3 meter. Kerajian ini biasanya diekspor ke luar negeri.Berdasarkan pantauan detikcom, petugas Babinsa dan Polsek Bekasi Utaratiba di rumah Julius pada pukul 09.45 WIB. Petugas tersebut tampak masuk ke dalam rumah dan meminta keterangan 3 karyawan perajin keong.Namun, saat detikcom meminta waktu untuk wawancara, teman-teman Julius menolak secara halus. "Mohon maaf, kita tidak bisa kasih keterangan. Lebih baik tanya petugas saja. Saya tidak tahu apa-apa," kata salah seorang karyawan.Saat ditanya mengenai keberadaan bos Julius, karyawan itu menjawab majikannya tidak ada di tempat. "Ibu Selna sedang ke luar. Mungkin dia berobat. Bapak sedang ke luar negeri," ujarnya sambil menutup pintu.Julius merupakan korban pembunuhan secara mutilasi. Potongan tubuhnya ditemukan di kuburan Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (4/7/2005) sore lalu.
(aan/)











































