Hampir Seluruh Daerah di Jawa Timur Langka Minyak Tanah
Rabu, 06 Jul 2005 11:11 WIB
Surabaya - Kelangkaan minyak tanah ada di mana-mana. Tidak hanya di Surabaya. Di hampir seluruh daerah di Jawa Timur juga mengalami hal yang sama. Hal ini membuat terjadinya kepanikan pembelian hingga berbuntut pada antrean yang panjang dan aksi borong. Kelangkaan minyak tanah ini terjadi di Malang, Sidoarjo, Kediri, Gresik, Madiun, Jombang, Bojonegoro, Situbondo, Lumajang, dan daerah Jawa Timur lainnya.Sebut saja di Kecamatan Gedangan, Sidoarjo. Sejumlah warga mengakui kesulitan mendapatkan minyak tanah sejak 3 minggu yang lalu. Dampaknya harga di pedagang eceran melangit mencapai Rp 1.500 per liter. Padahal, harga yang dipatok Pertamina pada pedagang eceran harga tertingginya Rp 850 per liter.Begitu juga di kecamatan Bantar dan Jenu, Tuban. Pemandangan warga yang mengantre minyak tanah dengan membawa dirigen berkapasitas 5 hingga 15 liter sudah bukan pemandangan asing lagi. Sudah sejak beberapa minggu lalu, kelangkaan minyak sudah terjadi dan harganya mengalami lonjakan mencapai Rp 1.500 per liter. Sejumlah warga pun terpaksa memborong minyak untuk persediaan selama satu minggu ke depan. "Saya terpaksa membeli 15 liter untuk satu minggu karena khawatir hari-hari berikutnya tidak kebagian minyak tanah," kata ibu tiga anak bernama Suliah yang sehari-harinya berdagang makanan kepada detikcom, Rabu (6/7/2005).Harga minyak tanah yang lebih mahal terjadi di Rengel, Tuban. Harga minyak menembus Rp 1.700 per liter. Hal serupa juga terjadi di Jl Mayjen Sungkono, Madiun. Pasokan minyak yang didatangkan langsung habis selama 1 jam karena banyaknya warga yang mengantre.Seolah telah terbiasa dengan antrean minyak, warga Surabaya di Jl Tambak Segaran, Kampung Malang Tengah I, Semampir, Bulak Banteng, Rungkut Surabaya mulai cerdas. Sebelumnya mereka antre di bawah panasnya terik matahari yang sudah berlangsung selama 9 hari. Kini, mereka cukup menaruh dirigennya di agen, kemudian mereka pulang. Karena tahu jadwal kedatangan mobil tangki minyak pda siang hari, mereka kemudian datang kembali.
(atq/)











































