DetikNews
Senin 16 April 2018, 18:22 WIB

Karena Belum Aman, Jokowi Bergaya Bak Dilan

Erwin Dariyanto - detikNews
Karena Belum Aman, Jokowi Bergaya Bak Dilan Bergaya bak Dilan, Jokowi Touring Naik Chopper ke Palabuhanratu (Foto: Ray Jordan/ detikcom)
Jakarta - Pekan lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampil bak Dilan, tokoh utama dalam film Dilan 1990, saat touring di Sukabumi, Jawa Barat. Mengenakan jaket denim warna biru, sepatu Sneakers Vans X Metallica SK8-Hi dengan mengendarai sepeda motor chopper, Jokowi touring menempuh jarak sekitar 30 kilometer.

Penampilan Jokowi tersebut menjadi sorotan. Maklum selama ini Jokowi identik dengan kemeja warna putih lengan panjang. Meski sebenarnya Jokowi tak sepenuhnya meninggalkan kemeja lengan panjang warna putih yang menjadi ciri khasnya.



Director Centre for Presidential Studies, Departemen Ilmu Komunikasi, UGM, Nyarwi Ahmad mengatakan saat ini Jokowi tengah berupaya membidik pemilih milenial yang jumlahnya cukup besar. Jika kategori milenial adalah orang yang lahir setelah tahun 1980-an, maka jumlahnya hampir mencapai 40 persen dari total pemilih di tahun 2019.

Ada juga yang lahir pasca tahun 1995 yang biasanya dikategorikan kalangan post-milenial dan kini bisa ikut pemilu dan disebut sebagai pemilih pemula. Data Badan Pusat Statistik (BPS), menyebut pada 2019 ada 196, 5 juta jiwa dari rakyat Indonesia yang mempunyai hak pilih. Dari jumlah tersebut 60 juta jiwa di antaranya adalah pemilih pemula.



"Total antara (pemilih) milenial dan post-milenial ini cukup besar dan bisa menjadi penentu dalam kemenangan Pilpres," kata Nyarwi saat berbincang dengan detikcom, Senin (16/4/2018).

Menurut dia, elektabilitas Jokowi seperti ditunjukkan dalam data beberapa lembaga survei belumlah aman, yakni di kisaran 45 persen. Sehingga pemilih pemula atau milenial menjadi target yang bagus untuk meningkatkan elektabilitasnya.

"Model marketing politik Jokowi yang cenderung berbasis pada style dan performance. Misalnya yang tadi dengan pakai kaus denim, sneaker dan lain lain sangat potensial menarik pemilih pemula atau milenial," kata Nyarwi.

Angka elektabilitas Jokowi dalam beberapa lembaga survei masih berada di posisi teratas. Dalam data Media Survei Nasional (Median) yang dirilis hari ini, Jokowi masih jadi capres terkuat dengan elektabilitas 36,2%, elektabilitas capres incumbent ini naik sedikit dibandingkan Februari 2018 lalu (36,2%). Di urutan kedua masih ada Prabowo Subianto (20,4%) yang elektabilitasnya menurun dibandingkan Februari 2018 lalu (21,2%).



Survei ini dilakukan pada kisaran 24 Maret-6 April 2018. Survei menggunakan 1.200 responden yang merupakan warga yang memiliki hak pilih dengan margin of error sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel survei dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Qualiti control dilakukan terhadap 20% sampel yang ada.

Adapun dalam survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), elektabilitas Jokowi berada di angka 48,3 persen unggul atas Prabowo yang 21,5 persen.

Survei KedaiKOPI digelar pada 19-27 Maret 2018 dengan jumlah responden 1.135 orang yang menyebar di 34 provinsi. Margin of error survei +/- 2,97 persen dengan tingkat kepercayaan 95%. Survei dilakukan dengan metode wawancara tatap muka langsung
(erd/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed