DetikNews
Senin 16 April 2018, 15:48 WIB

Golkar Pasrah Bila Jokowi Duet dengan Prabowo

Ray Jordan - detikNews
Golkar Pasrah Bila Jokowi Duet dengan Prabowo Jokowi-Prabowo. (Pool/Biro Setpres)
Jakarta - Ketua Korbid Kelembagaan Golkar Idrus Marham mengatakan partainya pasrah jika Joko Widodo (Jokowi) berpasangan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Dia menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya ada di tangan Jokowi.

"Ya tergantung Pak Jokowi dong. Yang punya pasangan kan Pak Jokowi," kata Idrus saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/4/2018),

Idrus mengaku partainya tidak akan kecewa atau sakit hati jika duet itu terjadi. Golkar memang sudah mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi untuk Pilpres 2019.


"Kok sakit hati? Kita dari Golkar sudah menyerahkan ke Pak Jokowi. Dan kita yakin Pak Jokowi pasti ngajak bicara partai-partai pendukung," tutur Idrus.

Dia menegaskan Golkar sudah sejak awal menyatakan dukungan kepada Jokowi. Bila pada akhirnya duet bersama Prabowo terjadi, kata Idrus, itu tidak akan mempengaruhi dukungan Golkar kepada Jokowi.

"Pokoknya begini, karena Golkar begitu, maka Partai Golkar tidak akan mempengaruhi dukungan, apa pun kebijakan Pak Jokowi terkait cawapres itu. Karena kita yakin pilihan Pak Jokowi itulah yang terbaik untuk bangsa," sebut Mensos tersebut.

Idrus pun tak menampik jika kemungkinan duet itu terjadi. Dalam politik, hal tersebut bisa saja terjadi.

"Jangan andai kata. Ini semua kemungkinan bisa terjadi. Tapi kalau melihat dari perkembangan terakhir, Gerindra kan sudah mendeklarasikan, sudah meminta. Masak kita berharap, misalkan sudah mendeklarasikan begitu. Ya meskipun demikian, dalam politik sebelum janur kuning melengkung, masih cair, masih ada harapan," jelas Idrus.


Dia pun menegaskan mengenai kekompakan antarpartai pendukung Jokowi yang tak akan luntur jika duet Jokowi-Prabowo terjadi. Sepanjang di antara partai bersaing secara rasional dan mengedepankan konsep dan program, Idrus menyebut, kekompakan akan tetap terjaga.

"Saya kira nggak ada (perpecahan). Siapa yang mau pecah? Nggak ada. Sepanjang kita bersaing secara kualitatif dan mengedepankan konsep gagasan karya-karya, saya kira nggak ada masalah. Kecuali kita cenderung mengaktifkan hal-hal yang sifatnya primordialistik itu," ujarnya.

Idrus pun menegaskan Golkar tidak akan mempermasalahkan jika Jokowi dan Prabowo berpasangan di pilpres nanti. "Tidak mungkin kita persoalkan, apalagi Gerindra sudah mendeklarasikan," tambah dia.

"Tapi kita punya keyakinan bahwa Jokowi dengan prestasi yang ada, peluangnya besar untuk memenangkan lebih dari 60 persen, bahkan kita targetkan sampai 65 persen," sambung Idrus.
(jor/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed