DetikNews
Senin 16 April 2018, 12:25 WIB

DPRD DKI akan Bentuk Pansus Pantau Pembangunan LRT

Indra Komara - detikNews
DPRD DKI akan Bentuk Pansus Pantau Pembangunan LRT Foto: Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik. (Marlinda-detikcom)
Jakarta - DPRD DKI berencana membentuk panitia khusus (pansus) untuk mengawasi pembangunan Light Rail Transit (LRT) fase kedua. Pengawasan itu dilakukan karena pembangunan LRT fase awal dinilai terlalu mahal.

"Memang ada rencana DPRD, beberapa kawan untuk mengusulkan adanya pansus LRT. Kenapa? Karena kan mau dibangun fase kedua," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

"Kami melihat bahwa di fase pertama rasanya terlalu mahal dibanding dengan LRT yang lain. Sehingga fase kedua itu kenapa, kita mesti efisienkan untuk anggaran karena ujungnya rakyatnya juga yang akan membebani biaya itu," lanjutnya.

[Gambas:Video 20detik]




Taufik menyebut ongkos pembangunan LRT fase dua akan dibandingkan dengan pengerjaan LRT di Cibubur. Menurut Taufik, ongkos pembangunan LRT Cibubur lebih murah dibanding LRT lainnya.

"Karena kita juga bandingannya, LRT yang di atas, Cibubur, sama juga di bawah harganya sangat jauh. Ini kan satu koma lebih ini. setiap satu kilometer, di tempat luar kota itu yang di atas cuman 600-an. Jadi saya kira perlu lah ada diskusi panjang," jelasnya.

Taufik berharap wacana pembentukan pansus ini tidak dinilai sebagai penghambat pembangunan LRT. Apalagi, targetnya harus selesai sebelum Asian Games.

"Saya kira pansus itu jangan dianggap kemudian momok. Itu bisa aja untuk memberikan panduan kepada pemda bahwa pada pembangunan fase kedua mesti begini, mesti begini begitu lho," tutur Taufik.


Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyerahkan kepada DPRD DKI soal pembentukan pansus LRT itu. Sandi mengatakan, Pemprov akan terbuka dalam proses pembangunan LRT.

"Tentu hak dari teman-teman dewan kalau ingin membentuk pansus, dan kita akan kooperatif. Kita akan pastikan tidak ada yang ditutup-tutupi. Tidak ada yang kita rekayasa," jelas Sandi.

"Kita buka semua open ke public seluas-luasnya. Kita tidak ingin proyek yang akan menjadi lembaran baru transportasi berbasi rel di DKI ini, terseksan banyak yang ditutup-tutupi," sambungnya.


(idn/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed