DetikNews
Senin 16 April 2018, 11:57 WIB

Gerindra: Prabowo Tolak Jadi Cawapres Jokowi Sejak 2017

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Gerindra: Prabowo Tolak Jadi Cawapres Jokowi Sejak 2017 Wasekjen Gerindra Andre Rosiade (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Partai Gerindra 'menyerang' Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) terkait pernyataan adanya utusan Prabowo Subianto yang melobi Joko Widodo sekitar dua minggu lalu untuk posisi cawapres. Gerindra menyebut tawaran cawapres datang dari kubu Jokowi dan sudah ditolak sejak 2017.

"Pernyataan Gus Rommy mengenai utusan Pak Prabowo ke Pak Jokowi itu hoax karena Gus Rommy bilang 2 minggu lalu. Hal ini sangat tidak logis karena permintaan untuk jadi cawapres sudah ditolak di 2017," ujar Wasekjen Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan, Senin (16/4/2018).


Setelah tawaran cawapres ditolak Prabowo, Andre menyebut, sejak 10 Maret 2018, 34 DPD Gerindra menggelar deklarasi mendukung pencalonan Prabowo sebagai capres. Rakornas Gerindra, yang dilaksanakan pada 11 April lalu, merupakan bentuk ketegasan Prabowo untuk menjadi capres.


Bagi Andre, berdasarkan kronologinya itu, pernyataan Rommy menjadi seolah tak bisa dipertanggungjawabkan. Menurut Andre, Rommy sedang sakit sehingga melantur dalam berbicara.

"Mungkin Gus Rommy lagi kurang sehat sehingga pernyataan beliau melantur. Kami doakan Gus Rommy cepat sembuh sehingga tidak membuat pernyataan yang melantur lagi," kata Andre.
(gbr/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed