Tahun 2004 Terjadi 3.200 Aksi Teror, Korban 28.433 Orang
Rabu, 06 Jul 2005 07:21 WIB
Jakarta - Aksi teror benar-benar membayangi umat manusia. Menurut data versi terbaru Amerika Serikat (AS), pada tahun 2004 terjadi hampir 3.200 serangan teroris ke seluruh dunia. Korbannya, luka-luka dan tewas, mencapai 28.433 orang.Data yang dilansir Pusat Antiterorisme Nasional AS pada Selasa (5/6/2005) waktu setempat ini menggunakan definisi tentang terorisme yang diperluas. Definisi diperluas inilah yang membuat angka serangan teror menjadi melonjak drastis.Direktur sementara Pusat Antiterorisme Nasional AS John Brennan, sebagaimana dilaporkan The Associated Press, menyebut data terbaru yang akan online Rabu (6/7/2005) ini sebagai upaya AS yang paling komprehensif untuk mendata aksi teroris di seluruh dunia.Tapi, Brennan mengingatkan bahwa definisi tentang serangan terorisme yang digunakan dalam data terbaru ini ibarat apel dan jeruk dibandingkan data sebelumnya alias sangat berbeda.Coba bandingkan saja dengan data yang dilansir pemerintah AS pada April lalu. Menurut data yang menggunakan definisi tentang terorisme yang lebih tegas, Depla dan Pusat Antiterorisme Nasional AS menyebutkan pada tahun 2004 terjadi 651 serangan teror dengan korban lebih dari 9.000 orang.Irak, negara yang 'dijajah' oleh AS, menjadi negara yang paling banyak terjadi serangan teror, yaitu 866 kasus. Eh, itu tadi pakai data terbaru. Jika memakai data sebelumnya hanya ada 201 kasus serangan teror.Serangan AS ke Irak masuk definisi teror nggak, ya?
(gtp/)











































