DetikNews
Senin 16 April 2018, 06:28 WIB

5 Fakta Pemerkosaan di Kos Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Danu Damarjati - detikNews
5 Fakta Pemerkosaan di Kos Kebon Jeruk, Jakarta Barat Pelaku pemerkosaan, DM (23) (dok. Istimewa)
Jakarta - Berawal dari permintaan tolong untuk mengangkat galon air minum, perempuan ini malah diperkosa. Sudah menjadi korban, perempuan ini masih juga kena marah pemilik kos dan Ketua RT.

Berikut adalah fakta-fakta soal kasus pemerkosaan di indekos kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dihimpun hingga Senin (16/4/2018).

1. Berawal dari galon

Pada Jumat (13/4), perempuan ini meminta agar pria berinisial DM (23) membantunya mengangkatkan galon air mineral. Permintaan pertamanya tak digubris DM.

Akhirnya perempuan ini menyambangi kamar DM. "Didapati pelaku baru selesai mandi. Tanpa curiga korban masuk ke kamar pelaku untuk kembali mengingatkan," kata Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Martson Marbun, dalam keterangannya, Minggu (15/4).



Tiba-tiba pintu dikunci oleh DM. Perempuan itu ditarik oleh DM, didorong ke tempat tidur, dan diperkosa. Korban diancam bunuh bila memberitahukan kejadian itu.

2. Diancam bunuh

Selain diperkosa, korban juga diancam bunuh oleh DM. Ini membuat korban merasa ketakutan.

"Korban diperkosa dan diancam akan dibunuh jika memberitahukan kejadian itu," kata Kompol Marbun.



Meski begitu, akhirnya pihak korban memberanikan diri untuk saling berkomunikasi. Pihak korban melaporkan aksi bejat DM ke polisi.

3. Korban sudah ditalak suaminya, anaknya tiga.

Korban pemerkosaan ini ternyata sudah ditalak oleh suaminya. Pemilik indekos bahkan menyatakan korban pertama kali datang mengaku berstatus janda.

Namun suami korban tak terima bila istrinya dikatakan sebagai janda. Soalnya sang suami baru melakukan talak.

"Ibu (pemilik indekos) jangan bilang janda. Karena saya baru bilang menceraikan belum ke kantor urusan agama. Jangan ngomong gitu. Anak saya tiga. KTP masih status kawin," kata suami korban kepada pemilik indekos, di indekos kawasan Kebon Jeruk itu, Minggu (15/4) kemarin.



Saat peristiwa pemerkosaan berlangsung, suami sedang tak ada di sisi korban sehingga korban meminta bantuan orang lain untuk mengangkatkan galon.

4. Pemerkosa Masih Saudara Korban

Usut punya usut, pelaku pemerkosaan adalah saudara korban, meskipun bukan saudara kandung. Hal ini dituturkan suami korban.

"Dia (DM/pelaku) penghuni kosan juga. Masih saudara dari ibu mertua istri saya," kata suami korban.



Usai diperkosa, korban mengaku kepada suaminya. Namun korban juga mendapatkan ancaman bunuh dari DM bila mengadu. Namun akhirnya pada Sabtu (14/4), mereka melapor ke Markas Polsek Kebon Jeruk.

5. Pemilik Kos dan Ketua RT Marah ke pihak korban

Pemilik indekos marah saat pihak korban tak melaporkan pemerkosaan itu kepada dirinya. Dia kecewa karena pihak korban memilih langsung lapor polisi.

"Kalau ada apa-apa setidaknya saya dulu dong yang tahu. Bukan dari orang lain (yang beritahu)," kata pemilik indekos.



Ada pula Ketua RT setempat yang ikut menyalahkan sang korban karena tak lebih dulu membuat laporan kepadanya terkait peristiwa itu. Dia berpesan kepada korban dan keluarganya agar hidup tenang dan tak mengganggu warga lainnya.

"Ya makanya kalau mau (tinggal) di sini jangan bikin-bikin onar, kan bikin orang pusing. Jangan tinggal di sini 'semau gue'. Ini, di sini bukan tempat pelacuran kalau mau di sini," kata Ketua RT penuh emosi.



(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed