DetikNews
Minggu 15 April 2018, 22:10 WIB

Menaker: Pendidikan Vokasi Bisa Jadi Jembatan Tembus Pasar Kerja

Raras Prawitaningrum - detikNews
Menaker: Pendidikan Vokasi Bisa Jadi Jembatan Tembus Pasar Kerja Foto: Dok Kemenaker
Jakarta - Meskipun termasuk instrumen yang menjembatani masyarakat masuk ke pasar kerja atau berwirausaha, pendidikan dan pelatihan vokasi masih menjadi pilihan kedua. Kebanyakan masyarakat masih memilih lembaga pendidikan umum.

Melihat fenomena tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengimbau agar masyarakat turut mempertimbangkan pendidikan vokasi. Sebab, ketika pilihan ada di pendidikan umum, tidak sedikit lulusannya justru sulit masuk ke pasar kerja.

"Terkait pendidikan vokasi saya juga ingin mengajak masyarakat kita ini untuk meyakini bahwa sesungguhnya pendidikan vokasi ini bisa menjadi jembatan kalau kita menginginkan anak-anak kita ini masuk pasar kerja atau berwirausaha," ujar Hanif dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/4/2018).


Ia menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber pada acara Seminar Nasional tentang Teknologi, Kewirausahaan, dan Pemberdayaan Ekonomi di Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, Banyumas, Sabtu (14/4/2018).

Hanif berharap masyarakat yang ingin masuk ke pasar kerja atau berwirausaha memilih pendidikan vokasi. Pasalnya, sistem pendidikan yang diterapkan sudah disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha atau industri.

"Oleh karena itu, harus mulai juga dibangun kepercayaan mengenai vokasi ini di masyarakat bahwa pendidikan vokasi ini bukan kelas dua. Pendidikan vokasi itu bagus kalau sekali lagi dikaitkan dengan pekerjaan," tegasnya.


Hanif juga menjelaskan pemerintah terus menggenjot peningkatan kompetensi angkatan kerja Indonesia melalui pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK).

Akses dan mutu pelatihan vokasi di BLK yang digelar secara gratis pun diperkuat. Mengingat angkatan kerja Indonesia masih didominasi pendidikan menengah ke bawah (SD-SMP). Dari 128 juta orang angkatan kerja, sebesar 60,08% berpendidikan menengah ke bawah.

"Makanya sekarang pemerintah menggenjot pendidikan dan pelatihan vokasi sehingga mereka yang membutuhkan skill, membutuhkan keterampilan memiliki akses," katanya.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed