DetikNews
Minggu 15 April 2018, 17:01 WIB

Rumah JJ Rizal Digeruduk dan Portal Jalan Dirusak

Aryo Bhawono - detikNews
Rumah JJ Rizal Digeruduk dan Portal Jalan Dirusak Aksi warga Beji Timur menolak apartemen di lingkungan mereka beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. JJ Rizal via twitter)
Jakarta -

Rumah sejarawan JJ Rizal digeruduk warga karena membentangkan spanduk penolakan terhadap rencana pembangunan apartemen kos (Apartkost) Avicena saat pertandingan sepakbola di lapangan Hawai, Depok, Minggu (15/4/2018). Penggerudukan ini berujung pada perusakan portal di Jalan Taufiqurrahman, Beji Timur, Depok, Jawa Barat.

Penggerudukan ini dipimpin oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Beji Timur, Depok, Dedi Juansyah. Mereka marah kepada Rizal karena membentangkan spanduk penolakan pembangunan apartkos Avicena saat pertandingan sepakbola kompetisi anak-anak SD yang dibuka oleh Wali Kota Depok Muhammad Idris Shomad. Mereka menganggap aksi Rizal bersama tetangganya, Azis, telah mempermalukan pengurus LPM.

Dedi sempat menunjuk-nunjuk Rizal yang berada di dalam halaman rumah dan menyebutnya sok jagoan. Ia juga mengungkit Rizal sebagai warga baru yang tak tahu aturan. Aksi penggerudukan ini terjadi sekitar setengah jam.

Usai memaki-maki, Dedi, yang kerap dipanggil Mono, mengajak warga untuk merusak portal di dua ujung Jalan Taufiqurrahman. Portal tersebut sebelumnya dipasang warga sekitar sebagai aksi atas penolakan pembangunan Apartkos Avicena.

Rizal yang ditemui usai penggerudukan menyebutkan pembentangan spanduk itu dilakukan setelah dirinya bersama warga Jalan Taufiqurrahman merasa tidak mendapat tanggapan dari pemerintah Depok untuk menuntaskan polemik antara warga dengan pengembang Apartkos Avicena.

Ia mengaku sudah melayangkan tiga surat untuk meminta Pemerintah Depok agar turun tangan karena pembangunan Apartkos Avicena berjalan tanpa IMB. Mereka menutup mata walau sudah mendapat teguran dari Satpol PP Kota Depok.

"Jadi ini adalah surat keempat kami. Saya sudah kirim surat tiga kali sebelumnya dan beberapa kali mention (menyebut) di media sosial," jelasnya.

Aksi Mono sendiri membuat Rizal heran karena selama ini LPM Beji Timur tak pernah hadir untuk menengahi konflik ini dan tahu-tahu merusak portal. Padahal harusnya ia menjadi penengah dan hadir saat polemik warga dengan pengembang Apartkost Avicena, SCC Investment Development, meningkat.

Rizal curiga penggerudukan ini hanya menjadi kedok saja karena pihak pengembang Apartkost Avicena kini kesulitan melintas di Jalan Taufiqurrahman karena portal yang dipasang warga. Jika portal itu dirusak maka kendaraan berat mereka bakal bebas melintas.

Thabrani, warga yang terdampak langsung dengan pembangunan Apartkost Avicena menyebutkan LPM tak pernah datang ketika rembug antara warga dan pengembang dilakukan. Padahal Mono harusnya hadir dan menjadi pihak penengah.

"Dari dulu, dalam forum yang ada dia tak ada. Saya tahu dia datang tetapi tak mau masuk ruangan tempat berembug," tegasnya.

Konflik antara warga dengan pengembang Apartkost ini sudah berjalan selama bertahun-tahun. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pengembang itu sudah mendapatkan surat peringatan kedua dari Satpol PP.



(ayo/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed