Syarwan Hamid: Ada Yang Mendalangi Demo di Kepri

Syarwan Hamid: Ada Yang Mendalangi Demo di Kepri

- detikNews
Senin, 04 Jul 2005 21:24 WIB
Jakarta - Mantan Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid mengakui, aksi demo menuntut dilakukannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ulang di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang marak dalam beberapa hari terakhir, tidak muncul dengan sendirinya. Aksi itu digerakkan oleh salah satu pasangan calon yang kalah. "Jika ada yang mengatakan bahwa orang yang ada di belakang demo itu adalah pasangan yang kalah dalam perolehan suara, ya wajar-wajar saja. Kan tidak mungkin yang menang menggerakkan demo," ungkap Syarwan kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/7/2005) Menyangkut aksi demo tersebut, menurut Syarwan tidak terlepas dari munculnya ketidakpuasan terhadap penyelenggaraan Pilkada. Banyak orang yang memiliki hak pilih, tidak bisa memilih. Di Kota Batam jumlahnya konon mencapai 200 ribu orang. Sementara di Kabupaten Kepri mencapai 60 ribu orang. "Ini menunjukkan kerja KPUD tidak profesional, tidak beres," tandasnya. Kepada wartawan Syarwan menyatakan, bisa memahami munculnya aksi itu dan tidak mempersoalkannya. Ia mengingatkan, apa yang dilakukan para pendemo adalah menuntut keadilan.Secara tegas, Syarwan bahkan menyatakan, "Jika tidak ada keadilan, saya akan turun (melakukan demo)".Sebagaimana diketahui, sehari setelah pencoblosan yang dilakukan pada 30 Juni lalu, sekelompok massa dalam jumlah puluhan, setiap harinya, mendatangi kantor KPUD Provinsi Kepri di Batam. Mereka beryel-yel agar Pilkada diulang. Alasannya, tingkat partisipasi publik dalam menggunakan hak pilih tak lebih dari 50 persen.Selain menyebar pamlet-pamlet yang cenderung berisi hasutan, aksi mereka juga acap mengarah ke anarkis. Seperti yang berlangsung pada Senin (3/7) lalu, di mana massa yang jumlahnya kurang dari 100 orang melakukan aksi bakar dan lempar batu. Bentrok dengan aparat polisi nyaris terjadi sebelum akhirnya reda. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads