Menara Makassar Diancam Bom
Selasa, 05 Jul 2005 18:50 WIB
Makassar - Ancaman bom kembali menimpa Menara Makassar. Gedung perkantoran berlantai delapan di Jalan Nusantara, Makassar, Sulawesi Selatan, ini diancam diledakkan oleh seorang penelpon misterius.Ancaman bom diterima oleh seorang anggota satuan pengamanan (satpam) bernama Abdurrahim yang bertugas di lantai satu sekitar pukul 17.37 WITA, Selasa (5/7/2005).Saat diangkat si penelpon bertanya dengan siapa ia berbicara, dan dijawab dengan satpam Menara Makassar. Si penelpon lalu menanyakan nama si penerima, juga dijawab. Selanjutnya si penelpon berkata, "Pak Rahim sebentar lagi bom akan meledak."Setelah itu Rahim bertanya dengan dngan siapa ia berbicara, tapi telepon langsung dimatikan. Tapi dari data di layar telepon diketahui si penelpon menggunakan kartu As. Tapi ketika dihubungi balik, ponsel si peneror itu sudah tidak aktif.Rahim kemudian melaporkan ancaman ini ke Polresta Pelabuhan Makassar. Tak berselang lama polisi datang dan langsung mengevakuasi pegawai kantor yang masih bekerja. Mereka diminta untuk menunggu di luar gedung. Polisi juga memasang garis polisi di sekitar Menara Makassar dan menutup untuk sementara Jalan Nusantara .Tim gegana dari Polda Sulsel baru datang sekitar pukul 19.06 WITA. Tim gegana langsung melakukan penyisiran. Hingga berita ini dilaporkan penyisiran di Menara Makassar untuk menemukan adanya bahan peledak atau benda berbahaya lain masih dilakukan.Ini adalah ancaman bom kedua yang diterima oleh Menara Makassar. Ancaman serupa diterima pada awal Juni. Ini adalah ancaman bom yang ke sekian kalinya di Makassar. Ancaman terbaru diterima Latanete Plaza pada akhir Juni lalu.Tapi, ancaman-ancaman bom itu benar-benar hanya ancaman. Semoga kali ini juga demikian.
(gtp/)











































