Ratusan Warga Demo Tolak Perpres No 36 Tahun 2005
Selasa, 05 Jul 2005 18:00 WIB
Solo -
Ratusan pengunjuk rasa menggelar aksi di halaman DPRD Kota Solo, Selasa (5/7/2005). Mereka menolak pemberlakukan Perpres No 36 Tahun 2005. Menurut mereka, Perpres tersebut jauh lebih otoriter dibanding aturan serupa yang dikeluarkan oleh rezim Orba sekalipun.Massa yang menamakan diri sebagai Gerakan Rakyat Tolak (Gerat) Perpres Nomor 36/2005 tersebut mendesak kepada seluruh anggota DPRD Kota Solo dan DPRD di seluruh daerah di tanah air untuk menyatakan sikap penolakan terhadap Keppres tersebut.Sejauh ini Perpres No 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum telah mendapatkan resistensi yang cukup luas. Hal tersebut dipicu karena dalam peraturan itu dinilai terdapat sejumlah klausul yang melemahkan pemilik tanah."Perpres No 36 Tahun 2005 ini lebih otoriter dibandingkan Keppres 55 tahun 1993 produk Orde Baru. Dalam Perpres yang baru tanah-tanah rakyat lebih mudah dibuldozer, hak petani atas tanahnya makin mudahtercabut demi kepentingan pemodal yang berkedok alasan kepentingan umum," ujar Herry Hendroharjuno, koordinator aksi.Sedangkan dalam pernyataan sikapnya 'Gerat Perpres Nomor 36/2005' menilai terbitnya Perpres No 36 Tahun 2005 adalah kebangkitan kembali pola-pola otoriter dan represif dalam bidang pertanahan."Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat ikut aktif terlibat dalam perjuangan penolakan produk hukum otoriter ini karena cepat atau lambat semua akan menjadi korbannya," demikian ajakan mereka.
(nrl/)










































