"Orang-orang yang baik harus kita ajak masuk dalam politik," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/4/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mari kita saling berpegang tangan mendudukkan makna politik yang sesungguhnya, yakni politik kebangsaan," paparnya.
Lebih lanjut, Cak Imin menungkapkan bahwa ada nilai luhur bangsa yang mulai ditinggalkan. Salah satu contohnya adalah soal Demokrasi.
Menurut alumni UGM tersebut, demokrasi seharusnya berdasarkan permusyawarahan. Namun kini hal itu berganti menjadi tergantung pada elektabilitas. Oleh karena itu orang dengan elektabilitas tinggi akan terpilih menjadi pemimpin.
Untuk itu, lanjut dia, pemimpin masa kini merupakan cerminan dari masyarakat itu sendiri karena berdasarkan elektabilitas.
"Pemimpin yang terpilih itu cerminan dari masyarakat. Hal demikian karena politik elektabilitas," tambahnya.
Ia melihat sistem Pilkada saat ini sudah tergolong liberal sebab pihak yang memiliki banyak uang akan terpilih. Ia pun mengajak agar landasan berpikir dikembalikan pada kebudayaan untuk mengembalikan kedaulatan rayat.
"Budaya harus menjadi landasan berpikir untuk mengembalikan kedaulatan rakyat," pungkas pria asal Jombang, Jawa Timur itu. Ia pun optimistis masyarakat akan memilih pemimpin yang baik.
(nwy/nwy)











































