BBM Langka, DPR Desak Menkeu & Dirut Pertamina Mundur

BBM Langka, DPR Desak Menkeu & Dirut Pertamina Mundur

- detikNews
Selasa, 05 Jul 2005 17:45 WIB
Jakarta - Langkanya BBM di berbagai daerah termasuk Jakarta, membuat DPR gerah. Anggota dewan mendesak Menkeu Yusuf Anwar dan Dirut Pertamina Widya Purnama mundur dari jabatannya, karena paling bertanggung jawab dalam kejadian ini."Faktor utama kelangkaan BBM disebabkan persoalan keuangan yang tidak bisa diatasi Menkeu. Dirut Pertamina juga terbukti tidak mampu mengatasi kelangkaan BBM yang sudah lama terjadi," kata anggota Komisi VII DPR Ali Mudhari kepada detikcom, saat ditemui di gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (5/7/2005).Pertamina yang merupakan mitra kerja Komisi VII DPR, dinilai tidak cocok dipimpin oleh Widya, yang merupakan mantan Dirut Indosat. "Dia tidak tahu manajemen Pertamina dan pola distribusi BBM," katanya.Menurut Ali, kelangkaan BBM dipengaruhi oleh tiga faktor. Yang pertama, pemerintah tidak memiliki uang untuk mengimpor kekurangan pasokan BBM, padahal harga minyak dunia terus melambung tinggi mencapai US$ 60 per barel.Kedua, negara-negara importir minyak seperti Arab Saudi, Kuwait dan negara teluk lainnya tidak percaya lagi pada Indonesia. Negara-negara tersebut meminta bayaran lebih dahulu, karena selama ini pembayaran impor BBM oleh Indonesia selalu macet."Dan ketiga, tidak adanya koordinasi dan sinergi antara departemen-departemen terkait seperti BUMN, Depkeu dan Pertamina. Ini karena penanganan yang amburadul," ujar Ali.Rencananya, Rabu (6/7/2005) besok, Komisi VII DPR akan memanggil Menteri BUMN Sugiharto untuk membahas kelangkaan BBM. "SBY harus memprioritaskan penanganan kelangkaan BBM, karena hal ini akan berpengaruh pada sektor riil kehidupan masyarakat, baik dalam bidang ekonomi maupun sosial," tukasnya. (fab/)


Berita Terkait