Jual Menu Sup 'Baby Shark', Restoran di Solo Ramai Dikecam

Aditya Mardiastuti - detikNews
Sabtu, 14 Apr 2018 12:30 WIB
Menu baby shark alias hiu yang dipersoalkan netizen. (Foto: dok. Istimewa)
Menu baby shark alias hiu yang dipersoalkan netizen. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Hiu merupakan salah satu spesies hewan yang terancam punah di dunia. Kendati begitu, masih saja ada yang memanfaatkan hiu untuk menjadi makanan. Seperti restoran di Solo berikut ini.

Restoran yang berlokasi di Manahan, Solo, itu menjual menu sup ikan hiu atau baby shark. Hal itu terlihat dari poster yang disebar di media sosial. Banyak netizen yang mengecam penjualan menu ikan hiu di restoran tersebut. Mereka menyayangkan hiu untuk dikonsumsi.

"Save hiu. Hiu mutant kali," kata akun Robert Xaerius.

"Bisa punah hiu kalo dimakan terus," tulis akun Peggy.


Saat dimintai konfirmasi, Sabtu (14/4/2018), operator restoran tersebut membenarkan menjual menu hiu. Wanita tersebut mengatakan hiu itu diolah menjadi menu sup dan bakar.

"Iya ada, hiu bakar dan sup. Harga supnya 10 ribu, dan menu bakar Rp 30-35 ribu," katanya.

Ketika ditanya soal pembatasan konsumsi hiu, wanita itu tak menjawab. Dia juga tak memberikan nomor telepon sang pemilik restoran.

"Kalau itu nggak bisa. Saya nggak berani kasih (nomor telepon pemilik)," ujarnya.


Bycatch and Shark Conservation National Coordinator WWF Dwi Ariyogagautama mengatakan belum semua hiu masuk daftar yang dilindungi.

"Kalau di pelataran KKP beberapa jenis saja. Jadi, dari 118 jenis, yang diatur baru 9 spesies. Kalau bicara perdagangan domestik di dalam negeri sulitnya tidak bisa lagi diidentifikasi. Jadi selama restoran ini tidak bisa membedakan dari jenis mana itu risikonya besar," kata Yoga saat dihubungi.


Yoga mengatakan hiu masuk kategori endanger sampai critical endanger alias terancam punah. Keberadaan spesies hiu itu sendiri di Indonesia pun sudah mengkhawatirkan.

"Memang kita mengimbau masyarakat tidak membeli produk hiu dan turunannya. Dengan membeli berarti menciptakan permintaan terhadap produk itu, sehingga tangkapan hiu terus berlanjut di teman-teman nelayan. Jadi, kalau masyarakat setop membeli, permintaan akan turun, harganya akan ekonomis, dan nelayan pun nggak akan jual," pesannya.

Dia juga mengingatkan, hiu merupakan top predator di laut dan berperan sebagai stabilisator. Yoga menambahkan terganggunya spesies hiu tentu akan mempengaruhi rantai makanan.

"Hiu sebagai predator memiliki peran kunci di laut semacam stabilisator, karena dia makan ikan tua dan berpenyakit, jadi bisa disebut dokter ikan," katanya.

"Kemudian dia top predator juga. Kalau tidak ada di laut, kompetitor di bawahnya akan booming, kemudian dia akan memangsa ikan-ikan herbivor lebih banyak, ikan herbivor itu pemakan alga, kalau alga banyak terumbu karang tidak akan tumbuh," papar Yoga. (ams/fdn)